loading...

Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

loading...

Pemkab Karo Sosialisasi Pamsimas III 2018, 15 Desa dapat Sarana Air Bersih

Tim Redaksi: Senin, 28 Mei 2018 | 20:25 WIB


Sebanyak 15 Desa di Kabupaten Karo mendapat sentuhan sarana air bersih dan sanitasi melalui program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas) III tahun 2018.

Sumber anggarannya berasal dari APBN dan APBD Pemkab Karo sebagai pendampingan, dengan total kurang lebih Rp.6 miliar atau Rp.350 juta - Rp.400 juta per desa.

Hal ini terungkap saat Pemkab Karo melakukan sosialisasi program Pamsimas III di aula gedung SPBU Halilintar Jalan Jamin Ginting Desa Raya, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Senin (28/5/2018).

Kepala Bappeda Pemkab Karo, Ir. Nasib Sianturi, M.Sc mengatakan program Pamsimas mempunyai arti penting bagi semua dalam upaya meningkatkan pembangunan sarana prasarana dasar di wilayah pedesaan terutama bidang air minum dan sanitasi.

Bagi desa penerima wajib melengkapi persyaratan baik formulir, surat pernyataan minat dan lain lainnya. Kepala desa harus mengajukan proposal desa yang ditujukan ke ketua panitia kemitraan kelompok kerja air minum dan penyehatan lingkungan (Pokja AMPL) Kabupaten.

"Besaran anggaran setiap desa tergantung rencana anggaran biaya (RAB) atau hitungan. Akan tetapi dana yang direalisasikan biasanya sekitar 350 juta-400 juta dengan perincian presentase APBN 70%, Apbdes 10% dan 20% masyarakat. Sedangkan uang tunai 4% dan 16% dalam bentuk tenaga atau bahan,” jelas Nasib Sianturi.

Untuk itu diharapkannya, program Pamsimas dapat berjalan optimal dalam artian menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama dalam pengambilan keputusan dalam pengelolaaannya.

Yang mana tujuan sosialisasi ini agar adanya pemahaman tentang pelaksanaan air minum dan sanitasi yang berbasis masyarakat. Sehingga peran masyarakat dalam program pamsimas di Karo meningkat.

Sementara, Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH dalam kata sambutannya saat membuka acara tersebut mengatakan, program Pamsimas III bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan air minum dan sanitasi berkelanjutan di wilayah pedesaan.

Oleh sebab itu, program nasional tersebut harus didukung segenap masyarakat. Karena tidak dapat dipisahkan dari masyarakat sebagai sumber kehidupan. 

“Saya berharap kegiatan ini diikuti dengan sebaik-baiknya dan segera menindaklanjuti menyediakan kelengkapan berkas sesuai dengan permintaan. Begitu juga dengan pimpinan SKPD, Camat dan Kepala Desa selaku penerima kegiatan dapat mendukung program nasional ini,” ujar Bupati.

Sekedar diketahui, Pamsimas merupakan salah satu program nasional dalam penyediaan air minum dan sanitasi yang berbasis masyarakat dengan dukungan dana dari pemerintah pusat, pemerintah dan kontribusi masyarakat.

Kegiatan ini didukung oleh Kementerian Pekerjaan Umum sebagai executing agency bersama dengan Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Kesehatan.

Tujuan Pamsimas secara umum adalah meningkatkan akses pelayanan air minum dan sanitasi bagi masyarakat miskin perdesaan dan daerah pinggiran kota (peri uban). Serta menerapkan praktik hidup bersih dan sehat dengan membangun model penyediaan sarana prasarana sarana air minum dan sanitasi berbasis yang masyarakat berkelanjutan dan mampu diadaptasi masyarakat. (Marko)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html