Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Dipeluk Anak-anak Pengungsi Palestina dan Suriah, Relawan Pramuka Menangis

Tim Redaksi: Rabu, 23 Mei 2018 | 17:13 WIB

Dipeluk Anak-anak Pengungsi Palestina dan Suriah, Relawan Pramuka Menangis



YORDANIA – Kondisi kamp-kamp pengungsian Palestina dan Suriah di perbatasan Yordania sangat memprihatinkan. Selama bulan Ramadan ini, mereka merasakan kesulitan untuk beribadah. Andalan Nasional Kwarnas Gerakan Pramuka urusan Pengabdian Masyarakat dan Siaga Bencana (Abdimasgana) Eko Sulistio sangat bersedih melihat kondisi tersebut.  

“Air bersih sangat sulit apalagi buat wudhu karena di padang pasir. Saya hanya bisa menangis kalau dipeluk anak-anak di kamp-kamp pengungsian,” ujar EKo Sulistio di Yordania, Rabu (23/5/2018).

Para pengungsi, kata Eko, juga susah melakukan shalat tarawih berjamaah karena tidak ada masjid. Listrik juga tidak ada. Menu buka puasa dan sahur mereka juga seadanya. Mereka hidup di tenda-tenda pengungsian. Di luar panas, di dalam tenda pengap. Jika siang, panasnya luar biasa, bisa di atas 38 sampai 40 derajat celcius.

Relawan Pramuka ini bertolak ke perbatasan Yordania mulai tanggal 29 April 2018 dalam rangka melakukan aksi kemanusiaan untuk pengungsi Palestina dan Suriah. Eko Sulistio mendistribusikan sejumlah bantuan ke kamp pengungsian Suriah dan Palestina.

Bantuan yang diberikan berupa 500 lebih paket bahan makanan, terdiri dari beras, minyak goreng, keju, susu, gula, teh, mie instan, ikan tuna, tepung gandum roti, biscuit dan coklat. Kemudian, 15 paket tenda keluarga dan mainan untuk anak-anak. Pihaknya juga mendistribusikan bantuan mobil ambulan dari Darut Tauhid untuk pengungsi Palestina dan Suriah.

Dalam proses distribusi bantuan, Eko mengaku ada beberapa kendala. Di antaranya, jauhnya lokasi kamp-kamp pengungsian, cuaca panas yang bisa sampai 40 derajat celcius, hingga waktu puasa yang cukup panjang, yakni kurang lebih 16 jam. “Bagi kami orang Indonesia yang terbiasa puasa 12 jam cukup lumayan berat,” katanya.

“Tapi ini tidak menyurutkan semangat kami untuk mendistribusikan bantuan terus kepada saudara-saudara kita di kamp-kamp pengungsian Palestina dan Suriah. Karena bagi kita mereka adalah saudara dekat kita. Mereka dalam kondisi tertekan dan membutuhkan bantuan sekali dalam kondisi saat bulan Ramadan ini,” ucap dia.

Menurut dia, masih banyak bantuan yang dibutuhkan oleh para pengungsi Palestina dan Suriah. Relawan Pramuka ini akan berada di Kota Amman, Yordania sampai tanggal 25 Mei 2018. Dia bisa dihubungi melalui nomor WhatsApp 0818939986 dan 081210834695, serta nomor lokal Yordania +9627 7905 8479.

Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault menambahkan, selama melakukan proses pendistribusian bantuan kepada pengungsi Palestina dan Suriah, Eko dibantu oleh Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia di Yordania (HPMI). Eko juga didukung oleh pihak Kedutaan Besar RI (KBRI) setempat. Karena itu, ia mengungkapkan terima kasih atas semua dukungannya.

Pria berkumis ini mengapresiasi keberhasilan Eko Sulistio mendistribusikan bantuan. Eko dinilai sudah berjuang memberikan waktu, pikiran dan tenaganya untuk membantu para pengungsi Palestina dan Suriah. Kerelawanan seperti ini, tegas  Adhyaksa, selalu dilakukan oleh Pramuka, baik di dalam negeri maupun luar negeri untuk membantu sesama.

“Selamat berpuasa Ramadan 1439 H. Semoga bulan Ramadan ini membawa keberkahan bagi kita, juga untuk warga Palestina. Semoga Allah jauhkan mereka dari segala mara bahaya. Insya Allah kemerdekaan Palestina akan dapat diraih,” pungkas Menpora 2004-2009 ini.(prmk)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait