Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Korban Pengeroyokan, Juwita Mengadu Ke BBH PDI Perjuangan Deliserdang

Tim Redaksi: Selasa, 17 April 2018 | 00:56 WIB




Deliserdang- Juwita boru Hasibuan (36) ibu beranak dua warga Jalan Masjid I, Desa Sekip, Kecamatan Lubuk Pakam mendatangi Kantor Badan Bantuan Hukum (BBH) dan Advokasi Masyarakat DPC PDI Perjuangan Kabupaten Deliserdang di Jalan Tirta Deli No.7, Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deliserdang, Lubuk Pakam pada Senin (16/4).

Kedatangan Juwita boru Hasibuan yang menjadi korban pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh Men Iblis dkk ke Kantor BBH dan Advokasi Masyarakat DPC PDI Perjuangan Kabupaten Deliserdang untuk meminta bantuan hukum serta pendampingan dari BBH dan Advokasi Masyarakat DPC PDI Perjuangan Kabupaten Deliserdang.

Didampingi Agus Mulianto Lubis (43) suaminya, Juwita menecritakan kasus pengeroyokan yang dialaminya terjadi pada Kamis (12/4) sekira pukul 21.00 Wib di Warung Belle di Desa Tanjung Mulia, Kecamatan Pagar Merbau.

Menurutnya Juwita, dirinya datang ke Warung Belle untuk menemui temannya. Stelah bertemu dengan temannya, Juwita bersama termannya pun duduk dipingguir warung.

Namun saat sedang asyik mengobrol bersama temannya, tiba-tiba Juwita didatangi oleh Men Iblis dan berusaha mencium serta memeluk Juwita. Juwita pun berusaha mengelak dan memarahi Men Iblis sehingga sempat terjadi adu mulut antara keduanya.

Saat pertengkaran terjadi, Men Iblis pun mengusir Juwita bahkan Men Iblis menunjang Juwita dibagian kaki kiri sebanyak tiga kali, dipaha kiri satu kali serta bagian perut hingga Juwita terjadi.

Melihat hal tersebut, pengunjung warung lainnya pun berusaha menenangkan Men Iblis. Juwita yang berusaha menyelamatkan diri pun mengambil gelas yang ada diatas meja kearah Men Iblis. Namun sayangnya gelas tersebut mengenai pengunjung lainnya.

Meski pun sudah dilerai para pengunjung warung lainnya, namun Men Iblis tetap berusaha menyerang Juwita. Men Iblis pun kembali menunjang perut sebelah kiri Juwita dan memukul kepala bagian kiri Juwita. Bahkan salah seorang teman Men Iblis juga ikut memukul Juwita dibagian dada.

Merasa keselamatannya terancam, Juwita pun meninggalkan warung tersebut dengan mengendarai sepeda motor. Selanjutnya pada Jumat (13/4) sekira pukul 15.30 Wib, Juwita pun melapor ke Polres Deliserdang dengan Nomor : STPL/226/IV/2018/SU/RES DS.

"Aku tidak kenal dengan Men Iblis, aku baru pertamakali bertemu dengan Men Iblis. Aku rasa Men Iblis sudah mabuk karena diatas meja mereka ada tuak dan kamput,” kata Juwita.

Lanjut Juwita akibat pengeroyokan tersebut , Juwita sering merasa pusing di kepala dan penglihatannya terganggu tidak hanya itu dirinya juga sering merasakan sakit disekujur tubuhnya. "Aku masih trauma, aku juga khawatir dengan keselamatan kedua anakku. Aku berharap mereka segera ditangkap,” tegas Juwita.

Sementara itu, Koordinator BBH dan Advokasi Masyarakat DPC PDI Perjuangan Kabupaten Deliserdang Alex Suranta Tarigan,SH melalui Wakil Koordinator Ranto Tampubolon,SH didampingi Indra Silaban mengaku prihatin dengan peristiwa pengeroyokan yang dialami Juwita yang diduga dilakukan Men Iblis dk. Diirnya pun menegaskan pihaknya akan mendampingi Juwita selama proses hukum.

"Kami mengutuk keras pengeroyokan yang dilakukan Men Iblis kepada Juwita. Kami berharap Polres Deliserdang segera menangkap para pelaku sebelum ada korban lainnya, kami juga berharap hukum ditegakkan karena negara kita merupakan negara hukum . Kami akan mendampingi Juwita selama proses hukum," pungkas Ranto Tampubolon, SH.

Terpisah Kasat Reskrim Polres Deliserdang AKP Ruzi Gusman menegaskan pihaknya masih tahap penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi serta mengumpulkan alat bukti. "Kami masih tahap penyelidikan, pemeriksaan saksi-saksi serta mengumpulkan alat bukti,” jelas Ruzi Gusman. (manahan) 

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait