loading...

Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

loading...

Bupati Karo Jemput Aspirasi Masyarakat Desa Batu Karang

Tim Redaksi: Jumat, 20 April 2018 | 23:06 WIB





KARO-Untuk menindaklanjuti tuntutan aksi demo ribuan warga Desa Batukarang Kecamatan Payung, Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH, Wakil Bupati Cory S Sebayang, Sekda Kabupaten Karo Kamperas Terkelin Purba, Kapolres AKBP Benny Remus Hutajulu, Sik dan sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Karo datang menemui dan bertatap muka dengan warga Desa Batukarang, Jumat (20/4).

Dalam pertemuan yang dilakukan di losd desa itu warga Desa menyampaikan 11 poin tuntuta sesuai dengan aspirasinya kemarin ke kantor DPRD dan kantor Bupati Karo.

Begitu usai mendengarkan keluhan masyarakat Desa Batu Karang Bupati Karo, Wakil Bupati, kepala OPD terkait dan unsur FKPD Kabupaten Karo secara langsung aspirasi yang disampaikan diantaranya seperti kebutuhan pembangunan infrastruktur, pertanian, pendidikan, kesehatan, dan lainnya akibat dampak bencana Gunung Sinabung yang berkepanjangan.

“Dari hasil runggu ini nanti akan diketahui mana yang bisa dikerjakan oleh masyarakat, apa yang bisa dikerjakan oleh Pemkab Karo. Tapi perlu diketahui bahwa semuanya harus sesuai mekanisme dan aturan yang ada. Yang tidak bisa dikerjakan Pemkab Karo, kami akan berkoordinasi dengan Provinsi hingga ke Pemerintah Pusat untuk menuntaskan segala persoalan yang ada,” terang Bupati Terkelin Brahmana.

Sementara Kapolres Tanah Karo, Kapolres AKBP Benny Remus Hutajulu, Sik mengapresiasi keharmonisan dan semangat kebersamaan warga desa Batukarang mulai dari aksi unjuk rasa hingga runggu. “Luar biasa kuatnya kebersamaan warga desa ini, demo nya pun kemarin tertib dan betul-betul penyampaian aspirasi secara damai. Namun perlu saya luruskan, tentang adanya berita tidak benar (hoax) yang berkembang di masyarakat Karo, yaitu ada uang ratusan milyar di kantor Bupati Karo. Nah, itu tidak benar. Kami bersama Kejari Karo selalu monitor penggunaan anggaran Pemkab Karo agar tepat sasaran untuk kepentingan pembangunan dan masyarakat,” jelasnya.

Ditambahkannya, soal 11 usulan atau tuntutan warga desa Batukarang, mungkin ada yang bisa langsung dipenuhi ada juga yang tidak bisa, karena dibatasi mekanisme dan aturan. Namun demikian tentunya semuanya bisa dikordinasikan dengan provinsi maupun ke pemerintah pusat, ujarnya.

Ketua Aksi Demo sekaligus Penanggungjawab demo, Ir Andareas Ginting, MP, Polo Ginting, Ketua Karang Taruna desa Batukarang, Dedi Hasanov Bangun dan Ismin Bangun mengungkapkan 11 poin tuntutan/aspirasi mereka, yakni, akibat pertanian gagal total, para orang tua tidak mampu lagi memenuhi biaya pendidikan anak.” Untuk itu kami menuntut agar biaya anak sekolah hingga perguruan tinggi disubsidi pemerintah. Selanjutnya, bantuan pertanian, kesehatan, normalisasi jaringan irigasi yang tertimbun pasir akibat seringnya muntahan debu Sinabung. Normalisasi itu harus dilakukan secara rutin.

Selanjutnya menyangkut krisis air bersih, PDAM Tirtamalem sudah lama tidak beroperasi, hampir dua tahun. Karena sumber mata air “Lau Naga” airnya sudah kering. Untuk itu, agar segera dibangun di sumber mata air yang baru. Akibat erupsi Sinabung yang berkepanjangan banyak seng atap rumah warga rusak, beberapa tahun lalu pernahdidata atap seng rumah warga yang rusak, namun hingga hari ini, satu buah seng pun tidak ada sampai ke desa ini,” ujar Andareas Ginting.

Menjelang berakhirnya runggu, perwakilan BPD desa Batukarang, Temanta Bangun mengutarakan pentingnya pemekaran desa Batukarang, mengingat desa itu sudah terlalu padat penduduknya, yakni sekitar 1.700 KK. Saat itu juga Bupati Karo setuju adanya usulan pemekaran, apabila sesuai dengan mekanisme.

"Melalui Asisten Pemerintahan, Drs Suang Karo-karo dan Kepala Bagian Kemasyarakatan dan Bina Pemerintahan Desa/Kelurahan Setdakab Karo, Eva Angela, S.SS, MM memberi respon positif pemekaran desa Batukarang jadi dua (2) desa, pada prinsipnya sudah terpenuhi panitia pemekaran, berita acara musyawarah, daftar hadir karena sesuai amanah Permendagri Nomor 1 tahun 2017 tentang penataan daerah secara adminitrasi sudah laya," beber Suang (marko)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html