Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Bupati Karo Apresiasi Perayaan Paskah Oikumene Kabupaten Karo

Tim Redaksi: Kamis, 05 April 2018 | 18:06 WIB


Diperkirakan ribuan umat Kristiani di Kabupaten Karo akan menghadiri perayaan Paskah Oikumene yang akan dilaksanakan di Open Stage Mejuah-juah Berastagi, Minggu (29/04/2018) mendatang.

Hal ini disampaikan Ketua Badan Kerjasama Antar Gereja (BKAG) Kabupaten Karo Pdt. Paham Ginting, M,Th didampingi Ketua Panitia Pt. Murta Ginting saat berdiskusi dengan Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH disalah satu kedai kopi di Berastagi, Kamis (5/4/2018) sekira pukul 08:30 Wib.

Ketua BKAG berharap perayaan Paskah Oikumene nantinya dapat menjadi momentum perubahan serta diartikulasikan sebagai kebangkitan untuk berbuat sesuatu yang bernilai semi kemajuan bangsa dan negara serta Kabupaten Karo sendiri.

“Melalui Paskah, kita tingkatkan kerukunan dan toleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara menuju pembangunan Karo yang lebih maju serta dapat meningkatkan kualitas keimanan yang tercermin dalam perubahan perilaku bermasyarakat yang semakin baik dan toleran,” ujarnya.

Paham Ginting mengatakan, meskipun BKAG dan panitia tidak bertemu secara resmi dengan Bupati Karo di Kantornya, namun responsif Bupati sangat tinggi dan menyatakan mendukung acara keagamaan ini.

“Semoga kegiatan Paskah tahun ini merupakan salah satu kegiatan kerohanian tahunan untuk mengingat hari kematian Tuhan Yesus kristus, tentunya semangat paskah akan membawa kedamaian bagi kita,” tambah Ketua Panitia Murta Ginting. 

Kegiatan ini akan dirangkai dengan pawai yang melibatkan 39 Gereja dengan 4000 orang jemaat yang akan hadir. Sebelum ibadah akan digelar perarakan pawai menuju titik lokasi ibadah.

Sementara, Bupati Karo Terkelin Brahmana mengucapkan terimakasih kepada Ketua BKAG dan Ketua panitia Paskah Oikumene yang bersedia bertemu dikedai kopi.

Oleh sebab itu, dihimbau kepada umat kristiani di Karo turut serta menghadiri dan memeriahkan perayaan paskah oikumene yang tujuannya untuk menjalin hubungan baik antar sesama umat kristiani. Juga menjalin kerukunan dengan umat beragama yang lainnya, dan paling utama memuliakan nama Tuhan.

"Semoga dengan wafat dan bangkitnya Yesus selalu mengingatkan kita akan penebusan dosa-dosa kita. Disini saya melihat bahwa panitia sebagai Hamba Tuhan mau melayani di setiap waktu dan tidak memandang tempat,” imbuh Bupati. (Marko)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait