Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Ratusan Warga Desa Sukatendel Datangi Kantor Bupati Karo

Tim Redaksi: Kamis, 15 Maret 2018 | 19:34 WIB

Ratusan Warga Desa Sukatendel Datangi Kantor Bupati



KARO-Merasa dianak tirikan Pemerintah Daerah, ratusan warga Desa Sukatendel, Kecamatan Tiganderket, Kabupaten Karo yang merupakan warga terdampak erupsi Gunung Sinabung melakukan aksi damai di Halaman Kantor Bupati Karo,dengan membawa karton penuh dengan tulisan tuntutan, Kamis (15/03).

Para warga yang datang itu menuntut agar pemerintah melakukan pemulihan kawasan pemukiman warga yang terkena dampak aktivitas Sinabung. Apalagi selama beberapa tahun terakhir ini, Desa mereka sering diterjang lahar dingin bercampur lumpur yang mengakibatkan puluhan rumah rusak serta lahan pertanian terkena imbas sebaran abu vulkanik tersebut.

“Kami butuh perhatian pemerintah, lahan pertanian sering disapu lahar. Atap rumah warga yang kena debu vulkanik sudah rusak dan perlu diganti, dari mana uang kami untuk menggantinya. Sedangkan lahan pertanian selalu gagal panen akibat tersapu lahar dingin. Warga Desa Sukatendel juga butuh bantuan bukan tidak,” ujar salah seorang warga yang membawa kertas karton bertuliskan ‘Sampati Kami Bapak Bupati (Bantu Kami Bapak Bupati).

Dalam aksi ini, Bupati Karo Terkelin Brahmana didampingi wakilnya Cory Sebayang, Forkopimda diantaranya Dandim 0205/TK, Kapolres Karo dan beberapa Kepala SKPD menyambut baik kedatangan warga yang melakukan aksi damai.

Warga diajak rapat diruang rapat Bupati, semua apirasi warga diantaranya membutuhkan sembako, pengadaan air bersih, perbaikan sarana prasarana irigasi, bantuan anak sekolah, pergantian seng bocor, bantuan bibit tanaman khususnya padi dan jadup serta mempertanyakan status desanya telah ditampung.

Setelah mendengar dan menerima arahan dari Bupati, warga membubarkan diri dengan tertib dan kembali ke desanya dengan menggunakan truck colt diesel.

“Semoga semua permintaan dapat ditanggapi dan segera direalisasikan pemerintah. Kami sangat berharap kepedulian dari pemrintah,” ujar salah seorang warga yang mengaku bermarga Peranginangin. (Marko Sembiring)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait