loading...

Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

loading...

Penjaga Malam Tewas Mendadak

Tim Redaksi: Selasa, 20 Maret 2018 | 16:59 WIB




MEDAN UTARA- Seorang penjaga malam, Wibowo (48) tewas mendadak di pos jaga di gudang eks pupuk Jalan Tanggul, Seruwai, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan, Selasa (20/3) pukul 12.00 WIB.

 Tewasnya bapak anak 2 yang menetap di Jalan Marelan Raya, Pasar 11, Kelurahan Tanah Enam Ratus Kecamatan diduga akibat sakit asam lambung telah disemayamkan keluarga ke rumah duka.

 ‎Informasi diperoleh menyebutkan, selama ini korban dipercayakan menjaga gudang milik PT Pusma selama 3 tahun belakangan ini. Sejak gudang itu kosong tidak beroperasi lagi, Wiboyo yang menjaga gudang memilih menetap di gudang eks pabrik pupuk tersebut.

 Sejaka setahun belakangan ini, Wibowo telah menderita sakit asam lambung. Tak disangka, penyakitnya semakin parah hingga membuatnya pun tewas mendadak di pos jaga tempatnya bekerja.

 Kondisi penjaga malam tewas mendadak pertama kali diketahui Raja Tambunan yang berprofesi sebagai sekuiti di PT Saga Medan. Petugas keamanan itu sedang melintas di gudang kosong melihat korban tak bernyawa lagi.

 Peristiwa itu diberitahu kepada warga dan diberitahukan ke kepling setempat. Selanjutnya, pihak kepolisian datang ke lokasi untuk melakukan olah TKP.

 "Tadi saya lihat bapak itu sudah meninggal dengan kondisi duduk di pos jaga, makanya saya beritahu langsung sama warga sini," kata Raja Tambunan.

 Petugas Polsek Medan Labuhan melakukan identifikasi pada tubuh korban tidak ada tanda kekerasan, pihak keluarga mengakui korban selama ini menderita sakit asam lambung.

 "Selama ini adik saya (korban) ini memang sudah ada sakit asam lambung, jadi kami ikla dengan kematiannya, jenazahnya akan kami bawa pulang biar cepat kami kebumikan," kata Nasib abang korban kepada polisi.

 Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan, Iptu Bonar Pohan mengatakan, mereka sudah mengecek dan melakukan olah TKP, dari tubuh korban tidak ada tanda kekerasan.

 "Korban meninggal sakit, pihak keluarga sudah buat pernyataan dan meminta korban langsung dibawa pulang untuk disemayamkan," kata Bonar. (mu-1)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html