Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Miris.!! Kondisi SD 057221 Membahayakan Murid dan Guru

Tim Redaksi: Senin, 12 Maret 2018 | 14:08 WIB


Meski dana alokasi khusus (DAK) untuk dunia pendidikan terus mengalir. Namun masih saja ada sekolah di Kabupaten Langkat, yang rusak dan terkesan tidak ada perhatian dari pemerintah setempat.

Seperti halnya yang dialami sekolah dasar (SD) 057221 di Desa Lalang, Kecamatan Tanjungpura, Langkat.

Dari luar memang kondisi sekolah ini tanpak baik-baik saja. Namun, ketika kita melihat kedalam kondisinya cukup memprihatinkan serta membahayakan murid dan tenaga pendidik (guru). 

Beberapa atap plafon tampak sudah jebol. Demikian juga dengan seng yang terlihat rusak dan usang serta bocor. Sehingga, jika musim penghujan datang air masuk ke ruang belajar dan mengganggu proses belajar. Sementara, tiang penyangga sudah tanpak keropos digigit rayap.

Tentunya kondisi ini sangat mengganggu dan membahayakan murid serta guru saat menjalani proses belajar mengajar. Meski demikian, para murid dan guru tanpak semangat untuk belajar. Mereka mengabaikan keselamatan mereka untuk mengubah masa depan lebih baik lagi.

"Takutlah bang, namanya juga sudah keropos gini. Tapi, kami harus belajar dan mesti pintar," kata salah satu murid Anggraini, Senin (12/3/2018).

Terpisah, Kepala Sekolah (Kepsek) M Yunus mengakui, ruang yang rusak itu terdapat pada kelas 1, 2 dan 3. Dan kondisi ini sudah berangsur cukup lama. Bahkan, pihaknya sudah melaporkan masalah ini ke Dinas Pendidikan dan Pengajaran (Dinas P dan P).
"Sudah tiga kali kita laporkan, namun sejauh ini belum juga ada realisasi perbaikan. Untuk itu, kami harapkan perhatiannya. Memang kalau dilihat dari luar kondisinya baik-baik saja. Namun, lihatlah dari dalam dan mohon bantu kami," harap M Yunus.

Dirinyapun mengakui, tahun 2018 ini pihaknya akan membuat laporan kembali ke dinas. Jika memang belum ada juga solusi dan kondisi semakin parah. Dia selaku kepala sekolah akan mengambil tindakan untuk menggunakan kelas 4, 5 dan 6.

"Mau tidak maulah bang, kalau memang belum juga ada solusi, terpaksa kelas 1, 2 dan 3 kami kosongkan untuk sementara waktu, jika memang tidak bisa digunakan lagi," tegas dia. (lkt-1)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait