Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Akibat Limbah PT CCMO, Puluhan Warga Besilam Ancam Demo Besar

Tim Redaksi: Kamis, 22 Maret 2018 | 17:11 WIB


Puluhan masyarakat Dusun V, Desa Besilam, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, mengancam akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran.

Langkah warga ini dikarenakan keluhan mereka akibat limbah PT Chemical Medan Oil (CCMO) yang mencemari lingkungan. 

Dengan menggunakan kenderaan bermotor, kali ini aksi mereka mendatangi Kantor Desa, Kamis (22/3/2018).

Tidak hanya kantor desa yang mereka "geruduk", tapi kantor Camat juga mereka datangi agar keluhan mereka ditampung aparat setempat.

Dalam tuntutannya, warga meminta agar pemerintah menyelesaikan masalah limbah dari PT. CCMO yang selama ini dianggap mencemari udara di Desa Besilam.

"Kami sudah bosan dengan makan janji, kami hanya butuh bukti," teriak warga. 

Dengan membawa poster diantaranya bertuliskan "CCMO kau boleh cari makan di sini, tapi jangan bunuh kami" di depan kantor Camat Padang Tualang, massa terus berorasi meminta Camat menemui mereka.
"Kami terkena radiasi setiap hari, baunya menyengat dan berdampak terhadap kesehatan," teriak Siti, salah satu ibu-ibu yang ikut dalam unjuk rasa.

Siti juga mengaku, dirinya ikut unjuk rasa karena sudah tidak kuat dengan bau limbah katul yang setiap hari tercium dari dalam rumahnya.

"Coba kalian disini, pasti kalian tahu gimana rasanya," jelasnya.

Setelah beberapa saat warga berunjuk rasa menyampaikan aspirasinya, sayangnya, Camat Padang Tualang tidak dapat berbuat banyak dan tidak ada tanggapan.

Massa akhirnya bergerak menuju PT CCMO untuk memprotes pihak manajemen pabrik.

"Kalau tidak ada tindaklanjutnya, jangan salahkan kami menggelar aksi unjuk rasa besar-besara. Kami sudah sangat resah, tolong bapak-bapak diatas sana. Perhatikan nasib warga bapak ini," kata Ismawan. 

Kepala Desa Besilam Ibnu Nasyith saat dikonfirmasi melalui telepon seluler mengakui kalau memang benar limbah PT CCMO sangat mencemari udara.

"Ya, betul itu limbah PT CCMO mencemari udara dan menggangu warga. Telah lama kita coba untuk menyelesaikannya dengan pihak Perusahan tersebut. Bahkan sudah berapa kali kita adakan rapat dengan PT CCMO di kantor camat. Tapi gak ada hasilnya, karena pimpinannya tak pernah hadir," jelas Kades.

Bahkan, lanjut Ibnu, pernah beberapa kali perusahaan itu ditinjau BLH (Badan Lingkungan Hidup), tapi, sejauh ini tidak ada hasilnya sama sekali. Oleh karena itu, warga kembali menggelar aksi unjuk rasa. 

"Banyak pabrik yang sekarang bermasalah, terutama masalah Limbah yang dibuang ke sungai Besilam dan sungai Batang Serangan. Pabrik itu adalah PKS (Pabrik Kelapa Sawit) PT.MAR di Desa Tanjung Putus, PKS PT Mulya Tani Jaya di Kelurahan Tanjung Selamat, PKS PT MM Desa Jati Sari dan PKS PTPN IV Desa Banjaran Raya dan sekarang pabrik tersebut sudah saya adukan ke Polres Langkat," ujar Ibnu. 

Sementara pihak PT CCMO Purba yang menjabat sebagai Humas saat dikonfirmasi dirinya tidak bisa mengambil keputusan terkait permasalahan ini.

"Bapak pimpinan besok akan menghadiri rapat dengar pendapat bersama komisi 4 di DPRD Langkat," kilahnya berlalu. (lkt-1)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait