Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Selamatkan Generasi Muda dari Narkoba dan Seks, Pemko Binjai Gelar Rapat Evaluasi

Tim Redaksi: Senin, 12 Februari 2018 | 15:50 WIB


Walikota Binjai, HM Idaham, memimpin rapat evaluasi kegiatan Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (PPKS), di ruang rapat Walikota Binjai, di jalan Jenderal Sudirman, Senin (12/2/2018).

Rapat dihadiri seluruh instansi terkait, antara lain TP PKK Kota Binjai, BNN, Dinas Kesehatan, Kemenag, dan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Camat se kota Binjai.

Diungkapkan Walikota, rapat dalam rangka evaluasi pelaksanaan program PPKS bagi calon pengantin, terhitung Desember 2017 sampai Januari 2018. Untuk dapat mengetahui apa yang perlu ditingkatkan, kendala yang dihadapi serta solusinya. 

"Sebelumnya saya bersyukur karena program ini dapat diterima masyarakat,dan berjalan dengan baik. Program ini merupakan program yang pertama di Indonesia, dimana setiap pasangan calon pengantin diwajibkan melakukan tes urine untuk mengetahui apakah diantara pasangan calon pengantin ada yang positif narkoba," jelas Idaham.

Hal itu bertujuan demi menyelamatkan generasi muda dari pengaruh penyalahgunaan narkoba dan perilaku seks bebas. Dengan hadirnya program PPKS dapat mempersulit ruang gerak bandar narkoba, serta menciptakan keluarga muda yang bahagia dan sejahtera.

Sementara, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Lilik Rosdewati, memaparkan evaluasi berdasarkan data mulai Desember 2017 sampai Januari 2018 sebanyak 539 calon pengantin yang berasal dari lima kecamatan sudah mengikuti tes narkoba, dan hasilnya 1 orang wanita, dan 10 orang pria dinyatakan positif mengkonsumsi narkoba, 5 orang wanita hamil sebelum menikah, dan 46 orang wanita, serta 81 orang pria menikah di bawah usia ideal. 

"Dari data tersebut dapat kita ambil kesimpulan bahwa pasangan yang menikah di bawah usia ideal cukup tinggi," ungkapnya.

Lilik menuturkan bahwa masalah yang dihadapi di lapangan yaitu kepling kurang memahami perannya sebagai pendamping untuk mendatangkan calon pengantin hadir tepat waktu untuk memenuhi jadwal tes dan konseling.

Akibatnya psikolog tidak mau menandatangani kartu kendali terhadap catin yang terlambat datang dan hal ini menimbulkan asumsi di masyarakat seolah program PPKS menyulitkan masyarakat yang ingin menikah.

Safwan Khayat, selaku Kepala BNNK Binjai, sangat mengapresiasi program Pemko Binjai. Program ini menjadi pembicaraan dalam berbagai pertemuan BNN di seluruh Indonesia, bahkan BNN Pusat sendiri mengungkapkan kekaguman kepada Kota Binjai dengan adanya program PPKS tes urine.

"BNN sangat terbantu dengan adanya program ini untuk memetakan wilayah yang rawan narkoba," kata Safwan Khayat. 

Kepala Dinas Kesehatan, dr Mahaniari Manalu mengatakan bagi calon pengantin positif narkoba akan dilakukan tes selanjutnya yaitu tes HIV, bertujuan menyelamatkan generasi muda sebelum memasuki kehidupan berkeluarga. 

Walikota HM Idaham mengungkapkan program PPKS bukan untuk menyusahkan masyarakat namun untuk menciptakan keluarga yang bahagia, bebas narkoba dan terhindar dari seks bebas.

Idaham mengingatkan kepada Camat dan Lurah agar benar-benar menginformasikan jadwal bimbingan konseling kepada calon pengantin. Sebab kalau terlambat datang akan dianggap gagal.

"Setiap calon pengantin wajib mengikuti semua tahapan dan tidak boleh ada dispensasi terhadap pihak-pihak yang ingin melewati tahapan ini," tegasnya. (Ismail)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait