Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Pasien BPJS Kesehatan Kecewa, Pelayanan Puskesmas Pagar Jati Disoal

Tim Redaksi: Senin, 19 Februari 2018 | 20:33 WIB



Upaya pemerintah untuk menjamin layanan kesehatan bagi rakyat Indonesia melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dapat diacungi jempol.

Namun berbeda dengan D boru Sihombing (45) warga Jalan Tomuan Kelurahan Cemara Kecamatan Lubuk Pakam ini.

Ibu rumah tangga (IRT) beranak empat ini sangat kecewa dengan pelayanan di Puskesmas Desa Pagar Jati untuk pasien BPJS Kesehatan.

Informasi diperoleh pada Senin (19/2/2018), rasa kecewa itu berawal saat D boru Sihombing membawa anak bungsunya, Gunadi Situmorang (11) berobat ke Puskesmas Pagar Jati pada Sabtu (17/2/2018) lalu.

Saat itu keluhan pasien yang ditanggung BPJS Kesehatan ini sakit dibagian telinganya. Ketepatan masih suasana libur Imlek, Gunadi pun dibawa berobat ke Puskesmas Pagar Jati.

Tiba disitu awalnya pelayanan masih baik. Tapi karena peralatannya kurang lengkap terpaksa dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Sari Mutiara Lubuk Pakam.

Hal itu sesuai surat rujukan Puskesmas Pagar Jati yang ditandatangani dr Risdayani Limbong.

"Karena tak lengkap alatnya lalu dirujuk ke RS Sari Mutiara," kata D boru Sihombing. 

Mirisnya dirumah sakit swasta itu, dokter spesialis THT tidak ada ditempat. Soalnya jadwal pemeriksaan terhadap pasien THT saat itu tidak terjadwal.

"Disitu (RS Sari Mutiara Lubuk Pakam) dokter THT nya tidak terjadwal. Makanya tak bisa ditangani. Seperti dibola-bola aku di Puskesmas itu," ujar D boru Sihombing. 

Lalu D boru Sihombing kembali ke Puskesmas Pagar Jati untuk meminta kebijakan agar rujukan dialihkan ke RSUD Deliserdang. Disitulah rasa kecewa D boru Sihombing mulai muncul karena pihak Puskesmas Pagar Jati tidak memenuhi permintaan tersebut.

"Sempat ribut tapi bisa reda setelah dijelaskan kepada pihak pasien," kata Kepala Puskesmas Pagar Jati dr Ruriko Tobing.

Menurut dr Ruriko Tobing, kesalahpahaman itu terjadi dengan D boru Sihombing karena menurut peraturan dari BPJS Kesehatan rujukan lebih dulu ke RS tipe C.

Lalu jika dirumah sakit tersebut belum mampu mengatasinya dapat dirujuk ke RSUD Deliserdang yang sudah type B.

"Kecuali emergency boleh langsung rujukan ke RSUD Deliserdang," tegas dr Ruriko Tobing. (Manahan)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait