Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Mencekam...! Sinabung Erupsi Besar

Tim Redaksi: Senin, 19 Februari 2018 | 17:47 WIB


BPBD Karo Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa 
Warga membersihkan jalanan dari debu tebal hasil erupsi.  Inzet: Erupsi gunung sinabung


Bulan kedua tahun 2018 Gunung Sinabung Kabupaten Karo kembali erupsi besar yang menimbulkan kepanikan warga sekitar, Senin (19/2) dengan tinggi kolom 5000 meter disertai awan panas letusan. Warga yang berada di sekitar lingkar sinabung merasa khawatir akan adanya letusan susulan. Seharian ini, suasana di sekitaran Tanah Karo cukup mencekam.

Dari kejadian tersebut Martin Sitepu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo memastikan tidak ada korban jiwa dampak letusan sinabung. Namun sampai saat ini BPBD masih terus melakukan pengecekan ke sejumlah zona merah sinabung.

"Yang paling utama kita lakukan adalah menyelamatkan jiwa. Jadi sesuai dari saran dari PVMBG juga agar menjauhi zona merah. Kita himbau semua warga untuk keluar, karena terus terang selama ini ada juga warga yang masuk melalui jalan tikus zona merah. Terlebih letusan kali ini berbeda dengan erupsi biasanya,”ujar Sitepu.

Martin menambahkan bahwa BPBD termaksud relawan juga sudah siaga membagikan masker ke daerah yang terdampak. Demikian juga damkar sudah melakukan penyiraman ke sejumlah fasilitas-fasilitas umum.

"Evakuasi tidak kita lakukan secara khusus. Korban jiwa sampai detik ini tidak ada, namun kerusakan pertanian terdampak abu itu sudah dipastikan," jelas Kepala BPBD Kabupaten Karo itu.

Sementara itu warga terdampak sinabung merasa ketakutan dan khawatir akan terjadi letusan susulan karena suara gemuruh yang dikeluarkan saat erupai pukul 08.53 Wib terdengar hingga radius 15 Kilometer.

Suryani Tarigan warga Desa Sibintun Kecamatan Simpang empat mengatakan kejadian debu tebal seperti ini baru pertama kalinya terjadi.

"Disini erupsi setiap hari terjadi, namun yang besar seperti ini baru pertama kalinya. Ketakutan kami tadi, ku bawa keluarga ku semua keluar dari rumah, anakku yang sudah sempat kesekolah ku jemput juga," jelas Br Tarigan.

Hal senada juga dikatakan Warga Tiga Nderket P. Ginting yang desanya juga tak luput dari sembaran debu gunung sinabung yang mencapai ketebalan 5 cm "Anak sekolah tadi langsung dipulangkan karena terganggu belajarnya. Jalan juga tidak terlihat lagi, sudah gelap gulita tadi disini," katanya.

Sementara itu, sejumlah personil TNI dari Koramil Simpang Empat melakukan upaya pembagian masker kepada warga dan para pengendara yang melintas.

 "Pembagian masker ini kami lakukan agar masyarakat tidak menghirup debu yang berjatuhan di pemukiman dan jalan," tutup Pelda Legiman.

 Informasi yang didapatkan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Gunung Api Sinabung mencatat, sejak pagi hingga siang hari sudah terjadi 9 kali awan panas guguran.

Petugas PVMBG Umar Rusadi menjelaskan terjadi 1 kali erupsi pada pukul 08.53 Wib dengan tinggi kolom 5000 meter dan luncuran awan panas ke Selatan mencapai 4,9 kilometer serta ke arah Tenggara 3,5 kilometer diikuti 11 kali awan panas.

"Status gunung saat ini masih awas level 4. Jadi rekomendasi kita kepada masyarakat agar zona merah tetap tidak boleh ditempati dan tidak boleh dimasuki," ujarnya di Pos PVMBG, Senin pukul 12.00 Wib.

Umar menghimbau agar masyarakat sepututaran terdampak abu untuk tidak tinggal didalam rumah "Himbauan kita untuk sementara agar masyarakat menjauh dan memakai masker dan kalau bisa jangan tinggal didalam rumah. Karena ketakutan kita kalau abu menumpuk di atap seng dan ambruk," tutup Umar.(Marko Sembiring)


Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait