loading...

Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

loading...

Marak Pungli, Bupati Karo Diminta Tinjau Ulang Jabatan Kadis Pariwisat

Tim Redaksi: Kamis, 08 Februari 2018 | 18:32 WIB


Maraknya keluhan warga dan pengunjung terkait adanya aksi pungutan liar (pungli) di sejumlah objek wisata di Kabupaten Karo yang dikelola Dinas Pariwisata dan Kebudayaan seperti pemandian alam air panas Lau Sidebuk-Debuk di Desa Doulu, Kecamatan Berastagi dan air terjun Sipiso-Piso yang terletak di Desa Tongging Kecamatan Merek, sudah meresahkan para pengunjung.

Untuk itu, Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH diminta meninjau kembali jabatan Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Ir. Mulia Barus karena tidak bisa bersinergi menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Saya kecewa atas kinerja Kadisnya. Karena seakan-akan melakukan pembiaran dengan adanya modus pungli yang dilakukan secara terang-terangan di sejumlah objek wisata. Jangankan saya, para pengunjung dan masyarakat di Karo sangat kecewa jika berkunjung ke pemandian air panas itu. Tak ada fasilitas yang disediakan pemerintah, malah dikutip retribusi. Begitu juga di air terjun Sipiso-Piso, masa orang yang mau melintas menuju Desa Tongging dikutip retribusinya,” ujar seorang nara sumber, Kamis (8/2/2018) kepada wartawan.

Menurutnya, apalagi alasan Bupati jika masih mempertahankan kepala Dinas yang tak bisa bersinergi untuk memajukan Tanah Karo lebih baik ke depannya. Jika Bupati dalam waktu dekat ini tidak juga mencopot Mulia Barus dari jabatannya. Warga pasti menilai adanya kongkalingkong antara Bupati dengan Kadisnya itu.

“Begitu juga dengan Kabid-Kabidnya, udah bisa dilakukan rotasi. Ada beberapa Kabid yang sudah lama menjabat disitu, tapi sektor Pariwisata malahan tambah bobrok. Pembiaran pungli sudah terjadi hingga bertahun-tahun, tapi tidak ada tindakan. Kita telah mendengar nada-nada sumbang diluar sana. Jangan sempat nada-nada sumbang itu keluar yang berdampak pada masyarakat. Intinya Bupati harus mengambil tindakan tegas sesuai dengan ucapannya. Jangan hanya manis dibibir akan menindak tegas, jika Kepala Dinas tak bisa bekerja semaksimal mungkin,” ujarnya.

"Jadi, subtansinya itu saja, saya menilai mereka tidak mampu mengatasi masalah pungli yang menyebabkan rusaknya rusaknya citra Pariwisata di Tanah Karo. Artinya,  dengan adanya pembiaran pungli, pasti ada setoran. Jangan melempar batu sembunyikan tangan," tutupnya.

Sementara, Kadis Pariwisata Karo Ir. Mulia Barus ketika disambangi wartawan di Kantornya untuk dikonfirmasi, Kamis (8/2/2018) sekira pukul 13:30 Wib tidak berada di ditempat.

Bahkan sudah beberapa kali dihubungi melalui telepon seluler dan dikirim pesan singkat tidak membalas dan mengangkat telepon seluler. Ironisnya lagi, sudah beberapa kali disambangi di Kantornya selalu tidak berada di tempat, padahal masih jam kerja Kantor.

“Itulah gaya Kadis yang dipilih Bupati, jangankan balas pesan singkat yang kalian (wartawan-red) kirim, angkat telepon saja tak mau. Kalau ke Kantor Bupati tak mungkin, karena saat ini  Bupati masih berada di Bali,” ujar sumber yang mohon tidak ditulis identitasnya. (Marko)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html