Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Kelompok Ehowu Kecamatan Mandehe Nias Barat Panen Perdana Padi Sawah

Tim Redaksi: Selasa, 20 Februari 2018 | 09:59 WIB



Kelompok Ehowu Desa Sisobandrao Kecamatan Mandehe Barat Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara Panen Raya Perdana padi sawah, Senin (19/02/2018) kemarin.

Dalam laporannya, Kepala Dinas Pertanian & Ketahanan Pangan Kabupaten Nias Barat Drs. Ekonomi Daeli menjelaskan bahwa sebanyak 74 kelompok tani tercatat di Kecamatan Mandrehe Barat dan pada panen tahun lalu mendapatkan hasil panen masyarakat yaitu 6,7 Ton/ha sementara luas lahan pertanian sawah di Kecamatan Mandrehe Barat ini seluas 744 hektar. 

Sementara dalam arahan dan bimbingan Bupati Nias Barat Bapak Faduhusi Daely, S.Pd menghimbau masyarakat supaya sungguh-sungguh dalam mengolah lahan pertanian agar kita bisa bertahan untuk menjalani hidup ini.

"Jangan asal-asalan tetapi benar-benar maksimal sebab setiap usaha bila dilakukan maksimal akan membuahkan hasil yang maksimal pula," ujar Faduhusi.   

Kata dia, tahun ini ada 2 (dua) irigasi besar kita bangun di Nias Barat dari dana hibah pemerintah pusat dan tahun depan di area sawah ini akan dibangun irigasi di Sungai Zawa dan ini bisa dicatat.

"Demikian juga fasilitas/peralatan pendukung peningkatan produksi pertanian akan kita arahkan disini agar motivasi kerja meningkat dan nilai perekonomian masyarakat diwilayah ini juga meningkat," ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan Bupati bahwa kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dan semua staf/pegawai Dinas Pertanian supaya jangan hanya sibuk membuat laporan, sementara hasil outentik dilapangan tidak ada.

"Silahkan lakukan perencanaan yang matang dan logika, lakukan penerapan sesuai standar operasional dan evaluasi secara berkala serta rumuskan berbagai metode cara menyikapi berbagai kendala-kendala yang dihadapi dilapangan," kata Faduhusi.

Dia meminta untuk membangun sinergitas dengan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) berikan mereka motivasi dan himbauan agar tugas penggilan melayani masyarakat benar-benar tulus dilakukan.

"Ingat bahwa beban moral kita sungguh berat karena kitalah yang disesali bila masyarakat kita di Nias Barat ini “tidak bisa makan” dan merasakan hidup sejahtera," ucapnya 

"Apa gunanya harta banyak tetapi tidak bisa dirasakan oleh orang lain. Hidup ini sangat berarti bila tidak hanya memikirkan diri sendiri," tegas Bupati lagi.

Sejenak kilas balik kehidupan kita orangtua di perdesaan; dimana jam 05.00 pagi kita sudah bangun dan mulai kerja dan baru selesai nanti jam 19.00 bahkan jam 20.00 malam. Maka sangat disayangkan anak-anak kita yang berada diluar daerah kita yang tidak merasakan betapa menderitanya kita orangtua dalam memperjuangkan kehidupan ini.

"Oleh karena itu, saya pemerintahkan Kepala Dinas Pertanian untuk memperhatikan dan mengutamakan kepentingan petani di wilayah ini, apakah itu bantuan handtraktor, mesin perontok padi dan lain-sebagainya. Kondisi saat ini benar sangat memperhatinkan, andai saja ada fasilitas pendukung di area persawahan ini, maka hasilnya pasti akan melimpah," tandas Bupati.

Hasil panen perdana kali ini menunjukkan peningkatan berdasarkan hasil ubin panen sebanyak 7,2 Ton/ha artinya ada peningkatan dari hasil panen tahun lalu. 

Hadir dalam panen raya tersebut ketua DPRD Kabupaten Nias Barat Ir. Nitema Gulo, M.Si, Kasat Reskrim Polres Nias AKP. Hendrik Temaluru, Camat Mandrehe Barat Rorogo, dan sejumlah Tokoh Masyarakat diantaranya Bapak Ama Rope Daeli, Ama Fama Zai dan beberapa kepala desa sekitar. (Marinus Lase)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait