Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Depresi, Pensiunan Karyawan PTPN 2 Gantung Diri

Tim Redaksi: Rabu, 28 Februari 2018 | 16:55 WIB


Entah apa yang membuat Jasman (55), nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri.

Mungkin hanya dia dan sang pencipta yang tahu. Namun, beberapa keluarga dan warga lain menganggap kalau kematian korban karena depresi.

Sebab, selama ini penyakit lever dan asam lambung yang menggerogoti tubuhnya tak kunjung sembuh.

Tepatnya hari Selasa (27/2/2018) malam kemarin, pensiunan PTPN 2 Kwala Bingae ini ditemukan tewas tergantung dibelakang rumahnya di Lingkungan XI, Kelurahan Kuala Binge, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat.

Kapolres Langkat AKBP Dede Rojudin melalui Kasubbag Humas AKP Arnold Hasibuan, membenarkan peristiwa yang sempat menggegerkan warga sekitar.

Menurutnya, keluarga sudah iklas dan membuat pernyataan tidak ada tuntutan dibelakang hari.

"Berdasarkan keterangan keluarga dan warga, selama ini korban memang memiliki penyakit yang tidak kunjung sembuh. Atas kepergian korban, keluarga sudah iklas dan tidak ada tuntutan dibelakang hari," ujar AKP Arnold.

Dirinya juga mengatakan, pihak kepolisian juga telah melakukan pemeriksaan terhadap jenajah. Dan memang dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

"Jadi korban murni tewas akibat gantung diri dengan seutas kawat di belakang rumah yang diikatkan di sebatang tiang rumah," terangnya.

Dijelaskannya, sebelum ditemukan tewas, salah satu saksi mata yakni Chandra (anak korban) pergi ke belakang rumahnya. Pria ini melihat korban Jasman, telah meninggal dunia dengan cara menggantung diri pada kayu teras dapur.

"Melihat itu, saksi selanjutnya melaporkan kepada Kepling Lk.XI yang bernama Andriyani dan lalu oleh Andriyani melaporkannya ke Polsek Stabat," sebutnya.
Selanjutnya, papar dia, petugas Polsek Stabat bersama dengan Dr. Ria dari Puskesmas Stabat, menju ke TKP dan sesampainya di TKP korban jasman telah diturunkan oleh pihak keluarga.

"Oleh Dr. RIA melakukan riksa luar terhadap korban dan dari hasil riksa tersebut tidak ada ditemukan tanda kekerasan dan selanjutnya pihak keluarga korban membuat Pernyataan tidak keberatan dan menolak utk dilakukan outopsi," tegas dia. (lkt-1)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait