Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Ketum Rumah Kreasi Indonesia Hebat Prihatin Dengan Konflik Partai Hanura

Tim Redaksi: Jumat, 26 Januari 2018 | 14:44 WIB



Kendati islah sudah terjadi di antara kubu Ambhara dan kubu Manhatan, konflik Partai Hanura masih menyisakan masalah internal. Terkait hal itu Rumah Kreasi Indonesia Hebat (RKIH) prihatin atas kondisi tersebut.

Ketua Umum Rumah Kreasi Indonesia Hebat, Kris Budihardjo prihatin atas konflik yang terjadi di Partai Hanura. Keprihatinan itu mencuat manakala kedua kubu yang berseteru yaitu kubu Oesman Sapta Odang dan kubu Daryatmo masih menyisakan masalah pasca islah terjadi.

Disebutkan di sejumlah media, kendati sudah ada islah, kubu Oesman Sapta Odang (OSO) mengatakan bahwa posisi Sekretaris Jenderal tetap dijabat Harry Lontung Siregar, bukan Sarifuddin Sudding.

Atas kondisi itu, Kris Budihardjo menyarankan agar sebaiknya islah yang sudah dilakukan haruslah bersifat total.

“Kepengurusan Hanura tetap kembali ke kepengurusan lama dan ataupun bila di rubah bisa saja Ketum Hanura tetap OSO, Sekjennya hasil munas," ujar Kris Budihardo, Jumat, (26/1/2018).

Selain itu, kantor DPP Hanura sebaiknya ditempatkan di Bambu Apus bukan menyewa di City Building seperti sekarang ini. Sehingga kegiatan partai bisa berjalan 24 jam dan anggota partai dapat berinteraksi di kantor Hanura, demikian islah total yang dimaksudkan Kris.

Kris juga menjelaskan, pengurus daerah yang di pecat oleh OSO harus dikembalikan ke kepengurusan lama dan dapat disempurnakan berdasarkan musyawarah daerah khusus.

Sementara itu terkait soal keuangan partai, menurut Kris harus ditempatkan pada rekening partai.

“Dengan berbagai langkah tersebut maka islah Hanura akan total dan bergerak bersama menghadapi tahapan pemilu 2019,” imbuh Kris.

Diberitakan sebelumnya, perseteruan antara Ketum Hanura, OSO dan Sekjen Partai Sarifuddin Sudding berimbas pada saling pecat antara kedua pimpinan DPP Partai tersebut.

Sebelum mendapatkan mosi tidak percaya, OSO mengaku akan memecat Sudding dari jabatan sebagai Sekjen Partai Hanura karena dinilai tidak cakap dalam menjalankan tugasnya. (Ril)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait