loading...

Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

loading...

Kajari Lubukpakam Polisikan Dua Wartawan. Ini Sebabnya...

Tim Redaksi: Senin, 29 Januari 2018 | 23:14 WIB


Diduga melakukan percobaan pemerasan, 2 oknum wartawan dan LSM asal Kota Medan, SNR (49) warga Kelurahan Harjo Sari I, Kecamatan Medan Amplas, Medan  dan JS (38) warga Kelurahan Sekip , Kecamatan Medan Baru, Medan diamankan personil Satreskrim Polres Deliserdang dari salah satu rumah makan di Tanjung Morawa.

Informasi diperoleh pada Senin (29/1/2018), SNR dan JS diamankan pada Kamis (25/1/2018) siang.

Diamankannya SNR dan JS berawal dari laporan Kajari Lubukpakam, Asep Sunaryo (50) warga Lubuk Pakam di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Deliserdang bernomor; LP/40/l/2018/SU/ Res DS.

Dalam laporan itu diterangkan, kedua pria asal Medan tadi diduga melakukan percobaan pemerasan terhadap Asep Sunaryo. Menurut keterangan Kajari Lubukpakam, SNR dan JS sempat menghubunginya melalui hp untuk meminta uang agar “boroknya” tidak dipublikasikan.

Tak mau jadi korban pemerasan, dirinyapun melapor ke Polres Deliserdang. “Memang benar saya pernah ditelepon dan diminta untuk memberikan sejumlah uang kepada kedua oknum itu?” kata Asep saat ditemui sejumlah wartawan.

Masih diterangkannya, awalnya kedua pelaku pernah diberinya uang senilai Rp14,5 juta. Namun belakangan meminta Rp150 juta. Tak terima dirinya mau dijadikan ‘sapi perahan’, Asep pun bertindak.

Sementara Kasat Reskrim Polres Deliserdang AKP Ruzi Gusman kepada wartawan mengatakan, SNR dan JS diamankan atas laporan korban karena dugaan percobaan pemerasan. Hal itu terungkap dari sebahagian barangbukti berupa screenshoot percakapan di ponsel antara korban dan terlapor.

Tak hanya itu, barang bukti rekaman CCTV pertemuan korban dengan terlapor juga turut dilampirkan berikut dua unit hp dan sejumlah uang.

"Masih dilakukan pemeriksaan intensif oleh penyidik guna mengungkap pelaku lainnya. Sabar ya," tegasnya.

Informasi beredar, kasus ini bermula dari isu perselingkuhan Asep Maryono dengan seorang wanita cantik. Lalu, kedua pelaku langsung menuduhkan hal itu meski tanpa bukti yang kuat.

Namun terkait isu itu, jauh-jauh hari sebelumnya, redaksi sudah pernah mempertanyakannya dan langsung disangkal oleh Asep Maryono yang ditemui di ruang kerjanya di akhir 2017 lalu.

Sayangnya ketika laporannya ini hendak dikonfirmasikan ulang Senin (29/01/2018) malam, Asep tak kunjung membalas pesan Whatsapp yang dikirimkan padanya. (red)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html