Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

API Minta Pemkab Paluta Serius Tangani HIV/AIDS

Tim Redaksi: Selasa, 09 Januari 2018 | 20:14 WIB


Terdeteksinya 300-an lebih warga Kabupaten Padang lawas (Palas) yang mengidap penyakit HIV/AIDS saat berobat di sejumlah rumah sakit di Kota Medan sesuai dengan berita yang di lansir oleh Metro.online.co, kamis (21/12/2017)

Ketua Aliansi Penyelamatan Indonesia (API) Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) Paisal Bangun Pakpahan Melalui Wakil Ketua UKMnya Ginda Nugraha Parlaungan Harahap mendatangi Dinas Kesehatan Paluta Selasa (9/01/2018) untuk berkoordinasi dan memintak keseriusannya dalam menangani dan menaggulangi Penyakit menular HIV/AIDS di wilayah Kabupaten Paluta.

Berdasarkan hasil konfirmasinya, Kepala Dinas kesehatan Paluta dr.Zunaidah H.Harahap,M.Kes mengatakan dari informasi dari dinas kesehatan Provinsi Sumatera utara yang ia terima, warga Paluta yang mengidap penyakit menular HIV/AIDS,sudah ada yang terdeteksi saat berobat di rumah sakit di kota Medan. Namun belum dapat ia pastikan secara rinci jumlah ataupun data akuratnya.

Namun dalam paparannya Zunaidah mengatakan sebelumnya warga Paluta dari kecamatan Sipiongot sudah pernah terdeteksi mengidap penyakit HIV/ AIDS. Namun katanya warga Paluta tersebut tinggal di luar daerah Paluta.

Lebih lanjut katanya Pihak Dinkes Paluta sedang melaksanakan program screening (alat tes cepat) untuk mendiagnosa HIV /AIDS di Poly VCT pada UPT Puskesmas Gunung tua dan RSUD Paluta dan baru di bentuk tahun 2017, dan di harapkan tahun 2018  program tersebut sudah berjalan.

Senada Kabid Program Pengendalian Penyakit Menular(P2PM) pada Dinkes Paluta Dr.Elly Rika yanti Siregar saat mendampingi Kadis kesehatan Paluta  dr.Zunaidah H Harahap,M.Kes. Dalam kesempatan itu juga mengatakan Sumber dana yang di alokasikan Pemkab  Paluta tahun 2017 untuk pelatihan Menggunakan alat RDT (Rapid Test Diagnotic) atau alat test cepat  untuk mendiagnosa HIV/AIDS  pada poly VCT hanya sanggup melatih 2 Tim di Paluta,  dalam 1 Tim terdiri dari 4 komponen.

"Dalam 1 tim yakni 1 orang dokter umum,1 orang perawat,1 orang Laboratorium dan 1 orang Administrasi.Satupun tidak ada diantara ke 4 komponen yang telah mendapat pelatihan  itu.Tim tidak akan bisa berjalan," ungkap rika.

Ketika ditanya tentang kondisi resiko HIV/AIDS di Paluta ia belum bisa memprediksi,karena alat untuk mendeteksi baru berjalan tahun ini. (Baginda)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait