loading...

Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

loading...

Tinjau Kesiapan Angkutan Natal Dan Tahun Baru di Bandara Kualanamu, Kemenhub Intruksikan Minimalisir Delay

Tim Redaksi: Kamis, 28 Desember 2017 | 13:49 WIB




Deliserdang - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesua melakukan peninjauan kesiapan angkutan Natal Tahun 2017  dan Tahun Baru 2018 di Sumatera Utara. Dalam kegiatan ini, para maskapai dan seluruh intansi terkait dihimbau agar melakukan pelayanan dengan baik, meminimalisir persoalan termasuk penundaan (delay) penerbangan.

Insepektur Jenderal Kemenhub RI Wahju Satrio Utomo didampingi Eksekutif General Manager (EGM) Bandara Kualanamu Arif Darmawan kepada wartawan saat meninjaui posko monitoring di Bandara Kualanamu pada Kamis (28/12) berharap pada seluruh maskapai harus mempunyai kesiapan yang cukup matang  dalam merencanakan operasinya. Sehingga tidak terjadi  penundaan yang mengecewakan  penumpang.

"Seandainya pun itu (delay) harus terjadi tolong dilayani dengan baik, sehingga mereka tidak kecewa, karena mereka sudah memenuhi kewajibanya maka kewajiban operator juga lah memenuhi kewajiban untuk dilayani dengan baik," kata Wahju Satria Utomo.

Ditanya,  apa sudah ada sanksi kepada maskapai yang melakukan kesalahan, menurutnya sejauh ini belum ada. "Persoalan  penundaan penerbangan Natal Tahun 2017 dan Tahun Baru 2018 di Bandara Kualanamu  belum begitu tinggi, hanya dibeberapa rute saja tetapi itu tidak begitu signifikan  dan selalu teratasi. Begitu juga Bandara Banda  Aceh, Pekan Baru masih dalam tahap yang wajar," terangnya.

Selain ke Sumatera Utara,  Wahju Satria Utomo  juga akan melanjutkan kunjungan ke Aceh, ini dalam rangka tugas  cek and ricek kesiapan Natal Tahun 2017 dan Tahun Baru 2018 di Sumatera Utara dan dibeberapa daerah lainnya. "Saya melihat penanganan di Bandara Kualanamu, Silangit dan beberapa bandara lainnya sudah cukup baik. Maka dari itu  diharap terus  ditingkatkan, sebab  prediksi lonjakan penumpang setelah natal, akan terus terjadi jelang Tahun baru mulai  tanggal 31 Desember 2017, 1 sampai 2 Januari 2018," tegasnya.

Saat melakukan pemantuan diposko,Wahju Satria Utomo  sempat melakukan telecomfren kepada beberapa bandara, termasuk ke Bandara Silangit yang diprediksi  termasuk rute terpadat. Dalam telecomfren tersebut dirinya  tidak lupa mempertanyakan  kesiapan petugas dan kendala dilapangan, begitu juga memberikan arahan sehingga penanganan dan pelayanan penumpang supaya dilakukan  dengan baik.(walsa)




Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html