Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Buku IPS SD Ini Cantumkan Yerussalem Ibu Kota Israel

Tim Redaksi: Senin, 18 Desember 2017 | 14:14 WIB


Beredar, Buku pelajaran ilmu pengetahuan sosial (IPS) siswa SD kelas 6 di Kabupaten Padanglawas Utara (Paluta) yang mencantumkan bahwa ibu kota Israel adalah Yerussalem.

 Buku pelajaran IPS untuk siswa kelas 6 itu sudah dua kali terbitan, yakni terbitan Erlangga kurikulum 2015 dan terbitan Yudhistira kurikulum 2017. Didalam buku tersebut dituliskan bahwa Yerussalem adalah ibu kota Israel, lengkap dengan luas wilayahnya. Dan Yerussalem Timur Ibu kota Palestina.

 Pantauan Wartawan, keberadaan buku tersebut mulai hangat diperbincangkan masyarakat di Kabupaten Paluta sekarang ini.

 Salah seorang orangtua murid di Gunungtua mengaku sudah langsung mengecek buku pelajaran anaknya terkait kebenaran tulisan didalam buku pelajaran itu. "Saat ini sedang heboh-hebohnya masalah ibu kota Yerusalem ini. Setelah saya cek di buku pelajaran anak saya, ternyata benar bahwa memang ada dituliskan Yerussalem sebagai Ibu Kota Israel. Dan kemudian saya cek lagi buku IPS lamanya juga terdapat tulisan yang sama, " ungkap Boru Hasibuan, Senin (18/12).

 Ia berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Padanglawas Utara (Paluta) agar segera mengambil langkah tegas terkait hal ini. "Dinas Pendidikan Paluta diminta untuk segera mengambil langkah. Pasalnya, jika dibiarkan sangat berbahaya terhadap pemahaman siswa SD yang masih polos," ujarnya.

 Sementara, salah seorang siswa kelas 6 Sekolah dasar yang enggan disebutkan identitasnya mengaku, bahwa mereka sudah melewati mata pelajaran terkait nama-nama ibu kota negara. "kami sudah melewati pelajaran itu bang, dan tidak ada masalah yang disampaikan buk guru," ucapnya.

 Terpisah, Kadis Pendidikan Kabupaten Paluta Drs Umar Pohan dikonfirmasi melalui Sekretaris Pendidikan Eva Sartika Siregar terkait telah beredarnya buku pelajaran IPS siswa kelas 6 sekolah dasar yang mencantumkan bahwa Yerussalem ibu kota Israel mengaku belum mengetahuinya.

 "Saya belum melihat bukunya. Dan saya akan sampaikan kepada Kepala Dinas terkait hal ini. Dan segera mengambil langkah," katanya.

 Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Yerussalem adalah ibu kota Israel, sehingga memicu permasalahan.
Padahal diketahui selama ini, ibu kota Israel adalah Tel Aviv.

Menanggapi Hal tersebut Ketua Lsm Presidium Aliansi Penyelamatan Indonesia (API) Kabupaten Paluta melalui wakil ketua UKMnya Ginda Nugraha Parlaungan Harahap juga meminta dinas pendidikan Paluta agar segera melakukan pengecekan dan jika benar  terbukti, agar segera menariknya dari peredaran.

"Jika memang terbukti,saya harap dinas pendidikan segera menarik buku tersebut dari perederan dan  saya memintak kedepan setiap pengadaan buku pelajaran di sekolah sekolah di paluta harus lebih teliti tentang materi pelajaran yang ada di dalamnya," pungkasnya.(GNP)



Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait