Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Pengelolaan Parkir di RSUD Paluta Aek Haruaya Dinilai Amburadul

Tim Redaksi: Senin, 04 Desember 2017 | 16:52 WIB




Pengelolaan parkir dari Dinas Perhubungan kabupaten Paluta di RSUD Gunung Tua yang sekarang dinilai amburadul.


Hal ini dibuktikan dengan pengaturan parkir yang amburadul tidak tentu arah, bahkan yang lucunya lagi sepeda motor banyak yang parkir di depan rumah dinas dokter yang bertugas di RSUD Gunung Tua, Senin (4/12).


Pantauan wartawan di lokasi RSUD bahwa yang bertugas menjaga parkir dari Dishub yang tidak mempunyai bet nama dan surat tugas, aneh nya lagi di tiket parkir tertulis seribu rupiah tetapi pengunjung RSUD membayar dua ribu rupiah.


Pasalnya, Dishub yang baru ini mengelola parkir dinilai kurang optimal.


Dikatakan Berlin Hamonangan Siregar, sistem yang berlakukan Dishub dengan menempatkan anggotanya berseragam langsung kedinasan Dinas Perhubungan tanpa memakai tanda pengenal dan surat tugas.


Hal demikian tentunya menjadi pertanyaan besar, bahkan terkadang timbul selentingan di masyarakat dulu sewaktu Pemuda Setempat(PS) yang mengelola parkir di RSUD Gunung Tua yang terletak di desa aek haruaya alhamdulilah tertata rapi.


"PS di desa itu tidak lagi menjaga parkir di karenakan mereka tidak mampu memenuhi setoran yang di minta Kepala dinas Perhubungan Kabupaten  Paluta debgan jumlah Rp.1 juta perbulan nya dan  dishub juga pernah memberi kelonggaran kepda PS dengan menurunkan setoran menjadi tujuh ratus lima puluh ribu rupiah perbulan," ungkapnya.


Selain itu Berlin juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Padang Lawas Utara apa bila memarkirkan kenderaan baik roda dua maupun kenderaan roda empat, harus minta karcis parkir kepada petugas parkir yang di RSUD.


Jika mereka tidak memberikan karcis parkir tersebut maka jangan di bayar ,lebih dari tarib yang ditentukan Pemkab Paluta, meskipun uang  parkir nilainya tidak seberapa dan masyarakat juga harus tau Perbup yang tertulis parkir Roda dua seribu rupiah roda empat dua ribu rupiah, karna hal itu termasuk pungutan liar (Pungli).


"Dan diharap kepada Dishup paluta terutama kepada pak kadis jangan hanya terima setoran perbulanya aj yang mau kalau hasil O besar," ucapnya lagi.(GNP)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait