Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Banjir Terjang 12 Desa di Aceh Utara

Tim Redaksi: Sabtu, 02 Desember 2017 | 15:43 WIB




LHOKSEUMAWE- Sebanyak 12 desa di Kecamatan Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (2/12) dilaporkan terendam banjir. Akibatnya warga sebagian di desa tersebut mengungsi di meunasah atau mushalla desa setempat.

Adapun ke 12 desa yang terendam banjir itu antara lain, Desa Hagu, Alue Thoe, Lawang, Tumpok Barat, Mee, Alue Euntok, Ceubrek Pirak, Tanjong Haji Muda, Meuria, Siren, Meunye Pirak dan Desa Pante Pirak, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara.

Banjir yang setinggi 80 sentimeter hingga satu meter ini terjadi disejumlah rumah penduduk di Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara. Camat Matangkuli, Aceh Utara, Zulkifli, menyebutkan dua desa terparah terendam banjir yaitu Desa Tumpok Barat dan Desa Lawang. Kawasan itu berada persis di pinggiran Krueng (sungai) Kereuto.

Dia menyebutkan, saat ini, personel polisi dan TNI sudah siaga di lokasi banjir. Jika terpaksa dievakuasi, maka personel sudah siap mengevakuasinya.

“Tadi ada satu warga yang dievakuasi namanya Mairina (26), warga Desa Tumpok Barat yang baru saja bersalin,” sebutnya. Mairina dievakuasi ke rumah saudaranya di Desa Meuria, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara.

Dia berharap hujan segera reda sehingga air sungai tak meluap dan banjir segera surut. “Hujan deras dua hari terakhir ini mengakibatkan sungai meluap. Semoga hujan segera reda,” pungkasnya.

Sementara Kapolres Aceh Utara, AKBP Untung Sangaji melalui Kapolsek Matangkuli Iptu Sudiya Karya mengatakan banjir ini terjadi akibat luapan air sungai Kreung Keureuto, pasca hujan lebat yang melanda wilayah Kecamatan Matangkuli, mulai pukul 22.30 WIB, Jumat malam (01/12).


“ Tim Sabhara Polres Aceh Utara, sudah diterjunkan ke lokasi banjir dan mengevakuasi warga yang butuh bantuan,” terang Kapolsek.

Dikatakannya, banjir kali ini dari air luapan termasuk lebih parah dari biasanya serta untuk saat sekarang ini air sedang naik. Warga masyarakat sudah mulai mengungsikan hewan ternaknya ke tempat yang lebih tinggi.

“ Transportasi roda dua dan roda empat terputus sehingga warga harus berjalan kaki untuk melewati luapan air. Saat sekarang ini ada sebagian warga yg sudah mulai mengungsi,” katanya. (Adi)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait