Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Banjir Meluas di Aceh Utara, Ribuan Warga Mengungsi

Tim Redaksi: Minggu, 03 Desember 2017 | 16:03 WIB

Banjir : Banjir yang melanda kawasan Aceh Utara, semakin meluas menyebabkan ribuan warga mengungsi.   



ACEH UTARA-Hujan deras sepanjang sepekan ini mengakibatkan banjir semakin meluas di Kabupaten Aceh Utara, Minggu (3/12). Hingga saat ini, terdapat 16 kecamatan di Aceh Utara terendam air akibat derasnya hujan dan meluapnya sejumlah irigasi di Aceh Utara.

Akibatnya, seribuan rumah terendam dan ribuan warga mengungsi ke seumlah titik. Adapun kecamatan yang terendam banjir yaitu Kecamatan Lhoksukon, Langkahan, Tanah Jambo Aye, Seunuddon, Baktiya, Baktiya Barat, Matangkuli, Pirak Timu, Tanah Luas, Samudera, Simpang Keuramat, Muara Batu, Kuta Makmur dan Sawang, Syamtalira Aron dan Kecamatan Geureudong Pase.


Dari jumlah itu, enam kecamatan terparah yaitu Kecamatan Lhoksukon, Langkahan, Pirak Timu, Matangkuli dan Samudera dan Kecamatan Tanah Luas. Ketinggian air di kawasan itu sekitar satu meter lebih. Sedangkan di Kecamatan Pirak Timu, dibangun enam titik dapur umum untuk pengungsian.

“Bantuan masa panik dapur umum dan makanan telah disalurkan untuk pengungsi ini,” kata Camat Matangkuli, Aceh Utara Zulkifli.

Kepala Dinas Sosial Perlindungan Perempuan dan Anak Aceh Utara Jailani Abdullah menyebutkan bantuan masa panik untuk warga di Kecamatan Samudera, Matangkuli, PIrak Timu, Lhoksukon, Aceh Utara dan kecamatan lainnya telah disalurkan.

“Bantuan kita salurkan untuk tiga hari dulu. Ini terus kita monitor jika ada yang kurang maka segera kita salurkan lagi,” pungkasnya.

Sementara Kapolres Aceh Utara, AKBP Untung Sangaji mengatakan untuk Kecamatan Langkahan, akibatnya luapan air sungai tersebut menyebabkan  beberapa desa atau Gampong yang terendam air. Diantaranya Gampong Buket Lintang yang menyebabkan 71 rumah terendam air. Untuk Gampong Lubuk Pusaka terdapat 92 rumah terendam air.

“ Dikawasan ini ketinggian air rata-rata 50- 70 Cm. Untuk saat sekarang ini air sedang naik. Warga masyarakat masih bertahan di rumah masing-masing. Dan sebagian masyarakat sudah mengungsi di Balai Desa Gampong Lubok Pusaka,” katanya, Minggu (3/12), kepada wartawan.

Lanjut Kapolres, untuk desa atau gampong yang terkena luapan sungai Kreung Keureuto hingga saat ini jumlah keseluruhannya 23 gampong yaitu gampong Leubok Pirak, Baro, Teungoh Seulemak, Tanjung Tgk Ali, Blang, Tanjung Babah Krueng, Tanjung Tgk Kari, Keude, Beuringen Pirak, Parang Sikureung, Mee, Punti Matangkuli, Tanjung Haji Muda, Lawang, Siren, Meunye Pirak, Ceubrek Pirak, Pante Pirak, Alue Tho, Hagu, Meuria, Tumpok Barat, dan Alue Euntok.

“ Sehingga total gampong yang terimbas luapan air di Kecamatan Matangkuli berjumlah 23 gampong dengan jumlah KK mencapai 1313 dan jiwa berjumlah 4808,” katanya.

Untuk warga yang sudah mulai mendirikan dapur umum (mengungsi) masing-masing di gampong  Hagu, Lawang, Tanjung Babah Krueng, Tanjung Haji Muda, Tumpok Barat, Ceubrek Pirak, Alue Tho, Siren, Meunye Pirak, Parang Sikureung, Pante Pirak, Leubok Pirak, dan Meuria.

“ Disini terdapat 809 kepala keluarga dan 1966 jiwa yang telah mengungsi. Ketinggian air hingga saat ini rata-rata 100 cm hingga 150 Cm,” sebut AKBP Untung Sangaji. (Adi)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait