Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Banjir Melanda 21 Kelurahan di Tebing Tinggi, 20.000 Warga Jadi Korban

Tim Redaksi: Minggu, 03 Desember 2017 | 19:58 WIB




Sebanyak 21 kelurahan yang terdapat di lima kecamatan di Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara dilanda banjir sejak Sabtu (2/12/2017) pagi.

Informasi yang dihimpun dari Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, Minggu (3/12/2017), 21 kelurahan yang dilanda banjir itu yakni Kelurahan Pabatu, Kelurahan Padang Merbau, Kelurahan Tualang, Kelurahan Lubuk Raya, Kelurahan Lubuk Baru, dan Kelurahan Persiakan di Kecamatan Padang Hulu.

Kemudian, Kelurahan Bandar Utama, Kelurahan Badak Bejuang, dan Kelurahan Tebing Tinggi Lama di Kecamatan Tebing Tinggi Kota.

Selanjutnya, Kelurahan Sri Padang, Kelurahan Karya Jaya, Kelurahan Tanjung Marulak, dan Kelurahan Tanjung Marulak Hilir di Kecamatan Rambutan.

Setelah itu, Kelurahan Teluk Karang, Kelurahan Bulian, Kelurahan Brohol, Kelurahan Pinang Mancung, Kelurahan Bandar Sakti di Kecamatan Bajenis, serta Kelurahan Satria dan Kelurahan Tambangan Hulu di Kecamatan Padang Hilir.

Menurutnya, banjir yang melanda Kota Tebing Tinggi tersebut disebabkan adanya hujan yang turun secara terus menerus di bagian hulu yakni Kabupaten Simalungun dan Kota Pematang Siantar.

Curah hujan dengan intensitas tinggi itu menyebabkan Sungai Padang dan Sungai Bahilang yang ada di Kota Tebing Tinggi tidak mampu menampung debit air yang sangat besar sehingga meluap dan menggenangi rumah penduduk.

BNPB mencatat adanya 21.080 warga dari 5.985 kepala keluarga di 21 Kelurahan terkena dampak banjir tersebut.

Sementara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tebing Tinggi dan instansi terkait telah mengevakuasi dan mendirikan tenda-tenda hunian sementara.

BPBD juga telah mendistribusikan logistik berupa beras sebanyak 22.000 kg, roti 10.000 bungkus, mie instan 5.000 kotak, dan 10.000 nasi bungkus bagi warga yang terdampak banjir.

Hingga Sabtu (2/12/2017) malam kemarin, banjir yang melanda Tebing Tinggi tersebut masih tinggi. (rel)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait