Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Warga: Proyek Bermasalah di Desa Pantai Cermin Bukan Cuma Sumur Bor

Tim Redaksi: Minggu, 19 November 2017 | 16:02 WIB

Serahkan Sebundel Berkas Untuk Diproses Hukum

Sebagian warga yang protes saat berbincang dengan tim


Kekesalan warga Desa Pantai Cermin, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat kian memuncak. Harapan mereka, tak lain hanya supaya sang kades segera diproses hukum. Sebab, protes mereka terkait proyek-proyek di desa mereka tak juga diindahkan sang kades.

Bahkan kepada tim Metro Online yang diundang secara khusus pada Jumat (17/11/2017) sore, warga mengaku sudah siap untuk menempuh jalur apa pun. Bukti-bukti penyelewengan atas berbagai macam proyek di desa itu pun sudah mereka kantongi jauh-jauh hari.

“Jadi sebenarnya bukan cuma proyek air bersih dari sumur bor itu masalah di kampung ini, bang. Masih banyak lagi. Termasuk proyek pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT), pembuatan Parit Beton, pembangunan Gedung Posyandu. Semuanya kami punya buktinya,” kata para warga yang memberikan sebundelan berkas terkait proyek-proyek dimaksud.

Mereka berharap, melalui Tim Metro Online, temuan mereka ini bisa disampaikan kepada aparatur hukum agar segera diproses dan ditindak. “Kalau kemarin kami masih bisa menerima seandainya dia mau memperbaiki hasil-hasil pekerjaan itu. Tapi kita tak dianggap. Padahal kita ini dulu semua adalah pendukungnya. Makanya kita sangat kecewa,” ketus para warga.

Selain memberikan sebundel berkas terkait bukti-bukti penyelewengan pada sejumlah pekerjaan yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) itu, warga mengatakan, hasil hitung-hitungan mereka, diduga kuat telah terjadi kerugian negara sedikitnya senilai Rp300 juta rupiah.

Sebelumnya, Edi selaku Kepala Desa Pantai Cermin mengaku tidak ada masalah dengan proyek tersebut. Semisal mengenai sumur bor yang kenyataannya hanya pengadaan air bersumber dari sungai, menurutnya itu adalah pekerjaan warga dan dilengkapi tanda tangan masyarakat.


Bahkan dia berdalih telah menyiapkan tim ahli namun ditolak warga. Dengan merasa tidak bersalah, Edi menunjukkan pembangunan sumur bor yang berada di halaman rumahnya. Namun setelah dicoba dan disaksikan beberapa warga termasuk kru media ini, ternyata tidak ada airnya di tangki. Selanjutnya air compressor dihidupkan. Begitu ditunggu beberapa saat, hasilnya yang muncul air tak layak konsumsi.(red)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait