Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Tingkatkan Pendidikan, Aplikasi e-Pendidikan dan Pelajar, Inovasi Kota Cerdas Menuju Binjai Smart City

Tim Redaksi: Senin, 20 November 2017 | 10:09 WIB




Penulis :Hendra Mulya
Lomba karya tulis Pemko Binjai 2017

Di era sekarang ini, mutu pendidikan merupakan hal yang paling utama dalam meningkatkan sumber daya manusia (SDM). Tanpa pendidikan, mustahil, satu kota kecil akan dapat berkembang menjadi satu kota besar yang melahirkan berbagai inovasi-inovasi untuk memajukan kota tersebut.

Oleh sebab itu, pengawasan orang tua terhadap anaknya saat menjalankan aktifitas belajar mengajar di sekolah dan pengawasan pemerintah kota terhadap guru selaku pengajar/ pendidik merupakan hal yang paling utama.

Demi meningkatkan mutu pendidikan dan meningkatkan sumber daya manusia dan mengantisipasi banyaknya pelajar yang bolos saat jam pelajaran, alangkah baiknya Pemerintah Kota Binjai terus memberikan inovasi demi terwujudnya Binjai Smart City. Oleh karena itu, penulis memberikan saran kepada Pemerintah Kota Binjai salah satunya adalah aplikasi e-Pendidikan dan Pelajar. Aplikasi berbasis online ini diharapkan mampu bekerja maksimal untuk mendorong Kota Binjai menjadi salah satu kota cerdas yang ada di Indonesia.

Sistem kerja aplikasi e-Pendidikan dan Pelajar ini tidak begitu rumit, Pemerintah Kota Binjai hanya perlu memasang alat yang diberinama ‘Closed Circuit Television’ (CCTV) yang biasa disebut kamera tersembunyi dan juga ‘Fingerprint’ atau sidik jari.

Untuk alat CCTV ini, dipasang di setiap ruangan sekolah. Sementara, ‘Fingerprint’ dipasang di pintu masuk atau gerbang sekolah. Kamera CCTV berfungsi untuk melihat langsung kondisi atau situasi proses belajar mengajar yang ada di ruangan tersebut. Sistem kerja kamera CCTV ini akan langsung terkoneksi oleh telepon seluler android milik wali murid, sehingga, bagi para wali murid yang ingin melihat langsung kegiatan atau aktifitas anaknya saat proses belajar mengajar, wali murid tak perlu lagi datang ke sekolah, dengan aplikasi ini, maka para wali murid sudah dapat melihat kondisi belajar mengajar anaknya di sekolah tersebut.

Selain untuk melihat situasi proses belajar mengajar, kamera CCTV ini juga berfungsi untuk mengurangi tindak kekerasan guru terhadap pelajar saat proses belajar mengajar berlangsung. Sehingga, para guru tak bisa lagi berbuat semena-mena terhadap muridnya, sebab telah diawasi oleh kamera CCTV tersebut.

Sedangkan untuk ‘Fingerprint’ atau biasa disebut absen menggunakan sidik jari ini juga akan terkoneksi dengan telepon seluler wali murid. Dengan program SMS Gateway atau hasil rekap dari ‘Fingerprint’ maka, setiap pelajar yang telah melakukan absensi dengan cara sidik jari ini akan langsung terproses oleh program SMS Gateway.

Melalui program ini, maka para wali murid akan menerima SMS yang mengatakan kalau pelajar tersebut telah masuk ke area sekolah dan akan menjalani proses belajar mengajar di sekolah tersebut.

Dengan dibuatnya aplikasi ini, sudah pasti para pelajar tidak akan berani membolos atau absen tanpa alasan. Sebab, dengan adanya aplikasi ini, para wali murid dapat langsung melihat situasi sekolah dan mengetahui apakah pelajar tersebut benar-benar sedang berada di area sekolah atau sedang berada di luar area sekolah alias ‘membolos’.

Namun, untuk membuat aplikasi ini membutuhkan biaya yang cukup besar. Meski begitu, untuk menekan anggaran pembuatan aplikasi tersebut, pihak Pemko Binjai dapat bekerjasama dengan pihak provider-provider yang ada di Kota Binjai.

Seperti di Yayasan Pendidikan Panca Abdi Bangsa (PABA) Binjai salah satunya yang telah menggunakan sistem CCTV dan ‘Fingerprint’. Sekolah yang berada di jalan Padang Sidempuan, Kelurahan Rambung Barat, Kecamatan Binjai Selatan ini merupakan sekolah yang pertama kali menggunakan sistem tersebut.

Kordinator yayasan PABA, Anta Kusuma SPd pernah mengatakan kalau sistem/ aplikasi tersebut sangat banyak keuntungannya bagi sekolah terutama para wali murid. Dengan alat ini, wali murid dapat dengan mudah mengontrol kehadiran pelajar tersebut.

Untuk menekan anggaran pembuatan sistem/ aplikasi tersebut, pihak yayasan melakukan kerjasama dengan salah satu provider. Terbukti, yayasan PABA telah menerapkan sistem tersebut dan tingkat kehadiran pelajarnya terus meningkat.

Belajar dari yayasan PABA, tidak salahnya Pemerintah Kota Binjai melakukan hal yang sama, gunakan sistem/ aplikasi tersebut di setiap sekolah-sekolah. Sebab, peningkatan sistem pendidikan merupakan salah satu bahagian yang harus diutamakan sebagai alat pendukung untuk menciptakan Binjai Smart City.

Dengan diberlakukannya sistem/ aplikasi tersebut di seluruh sekolah yang ada di Kota Binjai, maka mutu pendidikan dan SDM yang ada di Kota Binjai akan terus meningkat dan akan membuat Kota Binjai menjadi salah satu kota cerdas yang ada di Indonesia.

Walikota Binjai, H. M. Idaham SH. M.Si memang memiliki tekat dan keinginan yang kuat untuk menjadikan Kota Binjai salah satu kota pintar yang ada di Indonesia, khususnya Sumatera Utara. Hal ini terbukti dengan dibangunnya gedung Binjai Command Center (BCC) yang didalamnya terdapat sejumlah aplikasi berbasis online seperti e-Musrenbang, e-Dokter, e-Masyarakat dan masih banyak yang lainnya.

Namun, untuk mendukung itu semua, peningkatan mutu pendidikan dan SDM merupakan hal yang paling utama yang harus dilakukan oleh Pemerintah Kota Binjai. Dengan adanya peningkatan pendidikan dan SDM ini, maka Binjai Smart City yang selama ini diimpikan akan menjadi kenyataan.(***)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait