Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Terjaring Razia Narkoba Belum Ditahan, KPM Palas Kembali Geruduk DPRD Palas

Tim Redaksi: Jumat, 03 November 2017 | 19:50 WIB




Massa aksi KPM Palas kembali geruduk gedung DPRD Palas.


Terkait oknum Ketua DPRD Kabupaten Padang Lawas (Palas),  H. Syahwil Nasution dan Sekretaris DPRD Palas, H.  Panguhum Nasution, yang terjaring razia narkoba di sebuah hotel di Kota Medan beberapa waktu lalu.

Puluhan massa yang tergabung dalam Koalisi Pergerakan Mahasiswa (KPM)  Palas kembali menggeruduk gedung DPRD Palas, Jumat (3/11/2017).

Pantauan wartawan di lokasi aksi, di tengah rintik hujan yang mengguyur, puluhan massa aksi terlihat kompak dan solid menyampaikan tuntutan mereka di gedung perwakilan rakyat setempat.

"Kamu minta agar Badan Kehormatan Dewan (BKD) DPRD Kabupaten Palas bertindak tegas dalam memproses penyelidikan dan verifikasi pemberhentian Ketua DPRD Palas," sebut F Riski Lubis, Kordinator Aksi massa.

"Supaya mengusulkan kepada Partai Golkar agar memberhentikan Saudara H. Sahwil Nasution, selaku Ketua DPRD Kabupaten Palas dan sebagai anggota Partai Golkar," desak massa aksi.

Para demonstran juga menuntut kepada DPRD Palas agar merekomendasikan pemberhentian Saudara H. Panguhum Nasution dari PNS karena dinilai telah melanggar kode etik PNS.

Pengunjuk rasa juga menyampaikan tuntutan agar pihak BNNP Sumut menahan H. Sahwil Nasution dan H. Panguhum Nasution, serta meminta agar pihak BNNP Sumut turun je Kabupaten Palas, untuk melakukan tes urine seluruh anggota DPRD Palas yang diduga menggunakan narkoba.

"Kami minta BNNP sumut turun ke Kabupaten Palas dan melakukan tes urine kepada seluruh anggota DPRD Palas yang diduga menggunakan narkoba di hadapan publik," pinta massa aksi. 

Massa aksi yang berorasi sekitar satu setengah jam diguyur rintik hujan dan dengan tertib melakukan aksinya itu,  diterima oleh Plt. Sekretaris DPRD Palas, Agustina Ritonga.

"Tuntutan dan aspirasi adik-adik mahasiswa kami terima dan akan kami teruskan ke pimpinana BKD DPRD Palas dan pimpinan DPRD Palas. Karena tuntutan yang disampaikan, menyangkut masalah internal di DPRD Palas dan internal partai," ujarnya singkat.(pls-1)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait