Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Proyek Dana Desa Ini Mangkrak dan Tidak Tepat Guna

Tim Redaksi: Minggu, 12 November 2017 | 10:01 WIB

Proyek sumur bor dana desa. Inzet: air tak layak konsumsi yang dihasilkan sumur bor tersebut.


Proyek pengadaan air bersih sumur bor  dengan menghabiskan anggaran berkisar Rp 55 000 000,an dengan sumber Dana Desa tahun 2016 mangkrak  tidak dapat dipergunakan warga dusun teluk nibung desa pantai cermin Kecamatan Tanjung pura Kab.Langkat.

 "Kini bangunan tersebut menjadi penghias halaman warga dan kelak akan jadi bangunan bersejarah," ungkap warga sekitar yang mengiringi awak media di lapangan mengingat warga bingung harus kemana mengadu, karena kepala desa tidak lagi peduli.

Pak usman salah seorang warga yang menghibahkan tanahnya untuk sumur bor mengatakan, 2 sampai 3 hari hasil proyek itu bisa menghasilkan air bersih namun debitnya kecil. Hari berikutnya kemudian air berpasir. "Begitu saat dap diganti mengunakan Air  compressor  yang keluar bukan air melainkan pasir. Dan kini air compressor tak terpakai terletak di kamar mesin," ujarnya.

Padahal di wilayah ini tidak sulit untuk mendapat air bersih. "Sebab, hanya dengan menggunakan sumur gali kita sudah dapat air bersih," masih tutur pak usman.

Ditanya apakah kebutuhan air bersih sangat mendesak? jawab warga tidak. Dia menduga proyek ini hanya  untuk mencari keutungan pribadi.

Hal ini juga di aminkan ilyas sembiring ketua PAC PDI Perjuangan Kec Tanjung pura  yang turut mendapingi awak media di lapangan. Menurutnya pengeboran dan pengadaan bangun sepeti ini di taksir hanya menghabiskan Rp 20.000.000,an.

Hal serupa juga terjadi pada proyek bangunan air bersih yang terletak di halaman rumah  kepala desa pantai cermin  dengan menghabiskan anggaran berkisar Rp 55.000.000,an kondisi air tidak layak komsumsi dan debit air sangat kecil.

"Bahkan yang lebih aneh lagi warga dusun pasiran desa pantai cermin yang meminta pengadaan air bersih yang di tuangkan dalam RPJMDES tahun 2015 malah disajikan Bangunan Pengadaan air sungai, padahal anggaran sama," tutur syaran salah seorang yang ikut menyusun RPJMDES pada waktu itu dan menurut beberapa warga desa pantai cermin ada 4 titik pengadaan air bersih sumur bor yang bermasalah bahkan dua diantaranya diduga tidal sesuai rab karena menggunakan air sungai.

Edi Kepala desa pantai cermin saat ditemui berusaha menghindari awak media dengan mengatakan mau undangan. Namun saat diminta waktunya 5 menit akhirnya mau berkomunikasi dengan awak media.

Menurut kepala desa semua pekerjaan diserahkan sama warga bahkan dilengkapi dengan tanda tangan warga dan hasilnya juga mereka sendiri yang menikmati.

Bahkan dia berdalih telah menyiapkan tim ahli namun ditolak warga. Bahkan dengan merasa tidak bersalah dia menunjukkan pembangunan sumur bor yang berada di halaman rumahnya setelah dicoba dan disaksikan beberapa warga ternyata tidak ada airnya di tangki kemudian air compressor dihidupkan ditunggu beberapa saat dan hasilnya yang muncul air tak layak komsumsi.

Ketua PAC PDI Perjuangan Kec Tanjung pura Ilyas yang aktif mengawasi penggunaan dana desa kepada awak media meminta aparat penegak hukum sigap dalam menanggapi keluhan warga dan menindak tegas kepala desa yang coba-coba menyelewengkan dana desa. (Bersambung/yo)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait