Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Momentum Pernikahan Boby-Kahiyang, Warga Mandailing Palas Minta Infrastruktur Segera Diperbaiki

Tim Redaksi: Minggu, 26 November 2017 | 14:36 WIB




Merujuk pada momentum pernikahan putri Presiden RI, Kahiyang "Boru Siregar" dan Bobby Nasution, yang begitu meriah dengan mengusung tema utama pagelaran resepsi pernikahan bernuansa adat Mandailing.

Sejumlah warga mandailing di daerah Kabupaten Padang Lawas (Palas), saat berbincang dengan wartawan, Minggu (26/11/201) mengkaitkan momentum plularisme adat istiadat ini, dengan kondisi infrastruktur yang masih memperihatinkan di sejumlah titik jalan di daerah Palas ini.

"Adanya momentum pernikahan putri Presiden Indonesia dengan pemuda yang berasal dari mandailing saat ini, kami minta agar pemerintah bisa lebih serius membangun infrastruktur jalan di daerah mandailing," sebut Nurdin Nasution, satu warga Desa Ujung Batu 1, Kacamatan Hutaraja Tinggi (Huragi).

"Bisa dilihat sendiri, sampai saat ini kondisi badan jalan dari Desa Ujung Batu 1 menuju ke Desa Ujung Batu 2, 3, 4 dan Ujung Batu 5, masih sangat memprihatinkan. Apalagi saat musim hujan," ujarnya.

Padahal, lanjutnya, keberadaan masyarakat transmigrasi di daerah ini sudah puluhan tahun, namun sepertinya masyarakat mandailung di sini masih terlambat mendapatkan pembangunan infrastruktur jalan.

"Untuk itu, lewat momentum pernikahan Putri Presiden Indonesia, pemerintah pusat bisa memginstruksikan kepada Pemprovsu maupun Pemkab Palas, agar menggenjot perbaikan infrastruktur badan jalan di daerah mandailing ini," tegasnya.

Senada itu, Anto Hasibuan, satu warga mandailing di Palas lainnya menyebutkan, agar beberapa perusahaan perkebunan kelapa sawit baik BUMN maupun swasta yang terdapat di daerah itu, dapat memberikan dana CSR-nya untuk memperbaiki infrastruktur badan jalan.

"Tolonglah kondisi jalan yang buruk di daerah ini, bisa diperhatikan oleh perusahaan-perusahaan yang sudah lama beroperasi di daerah ini," katanya.

"Seingatku, ada beberapa perusahaan yang sudah beroperasi semenjak tahun 1992 di sini, berarti sudah selama 25 tahun lamanya.Masak untuk memperbaiki jalan yang selalu dilintasinya setiap hari perusahaan tidak berkenan," ungkapnya.

Selain itu, tambahnya, tanggung jawab pemerintah juga dituntut untuk bisa melakukan pembangunan maupun perbaikan sejumlah titik-titik badan jalan yang dirasa cukup memprihatinkan di daerah mandailing Kabupaten Palas ini, pungkasnya.(pls-1)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait