Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Melawan, Dua Tersangka Perampok Guru SD Ditembak Mati

Tim Redaksi: Selasa, 07 November 2017 | 08:12 WIB





MEDAN - Dua tersangka perampokan guru sekolah dasar (SD) di Medan, Sumatera Utara, tewas ditembak Timsus Antibegal Sat Reskrim Polrestabes Medan dan Unit Reskrim Polsek Sunggal. Kedua tersangka yang ditembak mati yakni, RW alias Mabra (19), warga Jalan Tani Asli Gang Haji Abas dan BP alias Bayu (21), warga Jalan Sei Mencirim, Kompleks Mencirim Johar II, Kecamatan Sunggal.

"Kedua tersangka terpaksa diberikan tindakan tegas karena melawan saat akan dilakukan pengembangan," kata Wakapolrestabes Medan, AKBP Tatan Dirsan Atmaja SIK didampingi Kasat Reskrim, AKBP Febriansyah SIK dan Kapolsek Medan Sunggal, Kompol Wira Prayatna SH SIK MHum, saat di RS Bhayangkara Medan, Senin (06/11/2017).

Tambah Tatan Dirsan, kedua tersangka awalnya ditangkap di lokasi dan waktu yang berbeda dimana tersangka RW alias Mabra ditangkap di kawasan Jalan Sei Batang Hari, Minggu (5/11/2017) dan dari tangan tersangka diamankan barang bukti hp milik korban lalu tersangka BP alias Bayu ditangkap di rumahnya, Kompleks Mencirim Johar II, Sunggal. Setelah diamankan, sambung Tatan, keesokan harinya kedua tersangka dilakukan pengembangan di Jalan Sei Batang Hari, Medan.

"Pada saat dilakukan pengembangan, tersangka RW alias Mabra ini melakukan perlawanan dengan cara mengambil senjata tajam (Sajam) yang disimpan di rumah kosong lalu menyerang personel. Karena sudah membahayakan personel,  petugas, terpaksa tersangka RW alias Mabra diberikan tindakan tegas dan terukur dengan menembak tersangka. Sementara tersangka BP alias Bayu melakukan perlawanan dengan cara mengambil sajam di dalam tas yang
disembunyikan di semak atau tanaman di pinggir Jalan Ring Road dan terpaksa diberikan tindakan tegas dengan menembak tersangka," jelas Tatan.

Kedua tersangka merampok korbannya, Orni (57), Guru SD, warga Jalan Pemasyarakatan Gang Pribadi Desa Tanjung Gusta, Sunggal. Modus operandi yang digunakan kedua tersangka, tegas Tatan, yakni mengikuti korban yang sedang naik becak bermotor (Betor) dan saat tiba di Jalan Sunggal, Kelurahan Simpang Tanjung, Kecamatan Medan Sunggal, salah seorang tersangka merampas tas korban dengan paksa sehingga korban terjatuh dan mengalami luka berat.

"Korban sedang menjalani perawatan intensif akibat luka yang dialami korban karena mempertahankan barang miliknya," pungkasnya. (jh siahaan)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait