Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Gas LPG 3 Kg Langka di Palas, Rp 30.000/Tabung

Tim Redaksi: Jumat, 24 November 2017 | 12:19 WIB



Sejumlah ibu rumah tangga dan warga masyarakat di beberapa kecamatan di daerah Kabupaten Padang Lawas (Palas) sejak sepekan terakhir merasa kebingungan mencari gas LPG bersubsidi ukuran tabung 3 Kg, yang keberadaannya langka di kios-kios pengecer.

Kondisi gas LPG ukuran 3 kg untuk bahan bakar itu, menghilang dan tidak ada sama sekali. Sementara, warga sudah ketergantungan dengan barang bersubsidi itu, kalaupun ditemukan, harganya melonjak di harga Rp Rp 30.000 hingga Rp 35.000/tabung

Dari pantauan wartawan, hingga Jumat (24/11/2017), beberapa warga dan kaum ibu sibuk berke­liling mencari tempat penjualan gas elpiji eceran. Beberapa toko pengecer penjual gas el­piji tampak kosong. Saat ditanyai, pe­milik toko menyebutkan pasokan gas elpiji belum da­tang.

Tidak hanya di toko-toko pengecer saja,  ketersediaan gas LPG tabung 3 Kg di beberapa pangkalan juga kehabisan stok. Terpaksa, warga dan warga tersebut pulang dengan wajah murung.

"Kalau pun ada ditemukan gas LPG yang 3 Kg, harganya sudah jadi Rp 30.000/tabung, tentu saja tetap saya belilah. Tapi, ini tidak ada sama sekali. Bingunglah kami kalau udah begini," kata Mega, seorang ibu rumah tangga di Kecamatan Sosa.

Senada itu, Tiara, ibu rumah tangga di Kecamatan Hutaraja Tinggi (Huragi), ia masih bisa memasak di dapurnya, karena memiliki kompor minyak di rumahnya. Tapi, karena sudah lama menggunakan gas, tetap juga ia harus mencari gas LPG komoditi subsidi pemerintah itu.

"Memang, sudah seminggu ini saya mencari gas LPG yang 3 Kg di warung maupun kios pengecer sulit ditemukan. Kalaupun ada, di sini harganya sudah mencapai Rp 35.000/tabungnya," ungkap Tiara.

Sedangkan seorang pedagang eceran gas LPG tabung 3 Kg di Pasar Ujung Batu, A Hasibuan,  saat ditanyai mengaku, memang sampai kini belum ada pasokan gas masuk.

"Nggak tahu kenapa, sampai sekarang gas belum masuk. Nggak ada juga masuk beberapa hari ini, ya lita tunggu ajalah kapan masuknya," terang Hasibuan. 

Memang, dikatakannya, sampai saat ini jenis gas LPG yang menghilang hanya gas 3 kg.  Untuk gas non subsidi ukurab 12 kg, tetap tersedia di tempatnya.(pls-1)


Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait