Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Diamankan Karena Tipu Ratusan Jamaah Umroh, Ini Pengakuan Tersangka

Tim Redaksi: Senin, 27 November 2017 | 18:45 WIB




Setelah diamankan Sat Reskrim Polres Binjai, tersangka pasangan suami istri Hariyanto Kesuma S.Pdi dan Irnawati SE yang di duga telah melakukan penipuan terhadap ratusan jamaah umroh mengaku telah ditipu oleh pihak travel tiket umroh.

"Saya ini sebenarnya korban juga, saya ditipu oleh travel tiket umroh mitra saya, jadi saya juga sama dengan ratusan jamaah menjadi korban," jelasnya saat dikonfirmasi di Polres Binjai, Senin (27/11/17).

Dikatakannya, travel miliknya sudah lama berjalan, sejak tahun 2015 lalu. Selain itu, travel umroh miliknya telah memberangkatkan ribuan jemaah umroh.

"Kami sudah berangkatkan ribuan jamaah umroh. Namun saat ini rekanan kami menipu kami dan tidak mengeluarkan tiket untuk keberangkatan jamaah melalui travel kami," pungkasnya.

Sebelumnya, HK dan IR, pasangan suami istri (Pasutri) yang tinggal di Kota Medan, diamankan petugas Sat Reskrim Polres Binjai karena diduga terlibat penipuan umroh.

Berdasarkan keterangan Kapolres Binjai, AKBP Rendra Salipu, didampingi Kasat Reskrim AKP Hendro Sutarno, saat memaparkan kasus ini, Senin (27/11), menyebutkan untuk menjalankan aksinya tersangka mendirikan PT Menara Kharisma Insani (MKI).

Namun, kata kapolres, perusahaan yang didirikan tersangka illegal atau tidak memiliki izin. "Setiap menjalankan aksinya, tersangka meminta uang kepada korban sebesar Rp25.500.000," ujar Kapolres Rendra Salipu.

Selanjutnya, kata Rendra, tersangka tidak mampu memberangkatkan para korban sesuai janji yang disampaikan. "Sekitar 140 orang korban tertipu. Akhirnya sejumlah korban membuat laporan dan berdasarkan laporan itu tersangka kita amankan," terang Rendra sembari mengakui, total kerugian mencapai Rp2,8 miliar.

Uang korban ini, sambung Rendra, digunakan tersangka untuk membeli mobil Datsun BK 1056 KH. "Menurut tersangka sebagian lagi uangnya untuk memberangkatkan masyarakat yang sebelumnya sudah didaftarkan. Ketika ingin memberangkatkan korban yang lain, uang yang dipegang tersangka sudah habis. Sehingga 140 korban tidak dapat berangkat," paparnya.(hendra)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait