Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Cuci Tangan Pakai Sabun Turunkan Angka Kematian Penderita Diare

Tim Redaksi: Senin, 06 November 2017 | 13:56 WIB



Ratusan pelajar Sekolah Dasar (SD) mengikuti  kegiatan  mencuci tangan  secara  serentak yang dilaksanakan  dalam rangka  peringatan hari cuci tangan pakai sabun  se-dunia  Kota Binjai tahun 2017, di halaman SD Negeri 024972  kelurahan Tanah Merah, Binjai,  Senin (6/11/17).

Kegiatan cuci tangan mengusung tema  "Tangan Kita Masa Depan Kita" dihadiri  Wakil Walikota  H. Timbas Tarigan SE, ketua TP PKK Hj. Lisa Andriani M. Idaham dan para tamu undangan lainnya.

Wakil Walikota Timbas Tarigan mengatakan, melalui peringatan hari cuci tangan sedunia diharapkan  dapat mendorong dan memotivasi kita semua untuk mencuci tangan dengan benar.

Dengan membiasakan diri mencuci tangan memakai sabun dengan air bersih dan mengalir dapat menurunkan angka kematian balita yang disebabkan oleh penyakit seperti diare dan mencegah penyakit yang berdampak  pada penurunan kualitas hidup manusia.

"Kepada orangtua dan guru-guru pengajar, saya berpesan untuk selalu mengingatkan anak-anak mencuci tangan dengan baik dan benar menggunakan sabun,"  papar Timbas Tarigan.

Timbas juga berharap penyediaan sarana dan prasarana air bersih, sanitasi serta tempat cuci  tangan dalam jumlah yang lebih memadai  di sekolah, kantor dan tempat umum lainnya.

Ketua TP PKK Kota Binjai, Hj Lisa Andriani M. Idaham mengatakan lebih 5 ribu balita penderita  diare meninggal setiap hari di seluruh dunia akibat kurangnya akses air bersih dan sanitasi yang memadai.

"Hasil  penelitian menyatakan  bahwa dengan mencuci tangan pakai sabun, efektif  mengurangi atau menurunkan  penularan  diare, ISPA  dan  penyakit infeksi lainnya. Bahkan dapat mengurangi angka kematian yang terkait penyakit diare hingga hampir 50 persen," kata Lisa.

Diungkapnya, dipilihnya sekolah dasar sebagai lokasi peringatan hari cuci tangan pakai sabun sedunia karena anak sekolah adalah asset pembangunan masa depan, perlu dijaga, ditingkatkan dan dilindungi kesehatannya.

"Sekolah merupakan tempat pembelajaran, jika tidak dikelola  dengan baik dapat terjadi penularan penyakit , karena anak  usia  sekolah sangat rawan  terhadap masalah kesehatan,”  ungkap Lisa.(hendra)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait