Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Terlalu Semrawut, Kota Medan Harus Miliki Gedung Khusus Parkir Kendaraan

Tim Redaksi: Kamis, 05 Oktober 2017 | 00:32 WIB

Terlalu Semrawut, Kota Medan Harus Miliki Gedung Khusus Parkir Kendaraan


Kota Medan merupakan Ibukota Provinsi Sumatera Utara dan juga kota ketiga terbesar di indonesia. Namun, kesemrawutan dalam hal parkir sangat mengganggu pemandangan. Parkir di Kota Medan sampai memakan badan jalan.
Menanggapi hal tersebut, Anggota Panitia Khusus (Pansus) DPRD Medan, Ahmad Arif meminta Pemerintah Kota (Pemko) Medan membangun gedung khusus parkir kendaraan bermotor.
Menurutnya, apabila Kota Medan memiliki beberapa infrastruktur gedung parkir di tengah kota, maka wajah Kota Medan akan mengalami perubahan signifikan.
"Saya kira kedepan kita jangan lagi bicarakan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor parkir. Mulai dari sekarang cobalah kita berpikir untuk membangun gedung perparkiran khusus di Kota Medan," ujar Ahmad Arif di hadapan Kadishub Medan Renward Parapat saat membahas Rancangan Peraturan Daerah Perubahan APBD 2017, Rabu (4/10/2017).
Dikatakan Ahmad Arif, program parkir meter yang sudah dibahas itu hanyalah wacana sia-sia. Sebab dari tahun lalu sudah intens dibahas, namun hingga kini belum juga terealisasi.
Dishub dan Bappeda, sambungnya, sudah bisa berkoordinasi intens terhadap wacana pembangunan gedung khusus parkir di Kota Medan. 
"Apalagi pak Kadis juga sering bolak-balik keluar negeri, dan melihat kota-kota di sana memiliki gedung parkir khusus. Saya kira kalau Medan mau maju, wajah kota ini ingin lebih berubah signifikan, wacana ini bisa dibahas dalam APBD 2018," tegasnya.
Politisi PAN itu menjelaskan, dua penghargaan yang diperoleh Wali Kota Medan kemarin, tentu harus didorong oleh seluruh perangkat yang ada agar Medan menjadi kota yang lebih baik ke depan, terutama dari aspek penataan parkir kendaraan.
Lalu, dia mencontohkan Kota Kuala Lumpur dan Penang Malaysia, tidak ada kemacetan walaupun jalannya kecil-kecil.
"Di Medan tentu bisa dibuat seperti itu. Nantinya tidak ada lagi kendaraan parkir di tepi jalan. Jadi kita gak usah lagi bahas soal parkir tepi jalan, karena semua tidak signifikan dengan PAD kita," imbuhnya.
Selain itu, Ahmad Arif mencontohkan eks gedung Perisai Plaza yang berada di Jalan Pemuda. Itu harusnya bisa dimanfaatkan Pemko Medan guna merealisasikan gedung perparkiran.
Kemudian, lanjutnya, banyak gedung-gedung kosong di kawasan Jalan Hindu yang bisa dibeli Pemko guna merealisasikan wacana tersebut. 
"Kota Medan punya anggaran belanja Rp2 triliun. Untuk apa hanya digunakan untuk mengorek parit dan aspal jalan? Usulan (Gedung parkir, red) ini juga telah saya sampaikan tahun lalu, yang bertujuan agar Kota Medan berubah signifikan," pungkasnya.(sandy)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait