Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Reses di Desa Pasar Melintang, Ini Janji Henry Dumanter

Tim Redaksi: Minggu, 08 Oktober 2017 | 13:18 WIB




Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Deliserdang Ir.Henry Dumanter Tampubolon reses di Kantor Desa Pasar Melintang di Dusun VIII Lagu Boti, Desa Pasar Melintang, Kecamatan Lubuk Pakam.

Informasi diperoleh pada Minggu (8/10) , reses ini dihadari Kepala Desa Pasar Melintang David Sagala serta istri, para aparat desa dan Kepala Dusun (Kadus) serta ratusan warga Desa Pasar Melintang. Saat reses, satu per satu warga menyampaikan harapan dan anspirasi mereka kepada Ir.Henry Dumanter Tampubolon.

Soni Silaban warga Perumahan BSP  menyampaikan jika sampai saat ini Kantor Desa Pasar Melintang yang terletak di Jalan Harapan Makmur, Dusun VI Siborong-borong yang sudah selesai dibangun sejak November Tahun 2016 lalu belum bias digunakan karena belum dialiri aliran listrik PLN.

"Kantor Desa Pasar Melintang sejak selesai dibangun belum bisa digunakan karena belum ada litrik PLN, kami berharap Kantor Desa Pasar Melintang segera dapat dilaksanakan. Jangan sampai warga turun kejalan dan melakukan aksi demo menuntut agar PLN mengalirkan listrik ke kantor desa kami yang merupakan istana kami,” terang Soni Silaban.

Darmawan Sagala warga Dusun VI  mengharapkan agar jalan rusak mulai dari perbatasan Dusun VI sampai Dusun IV sepanjang 3 Km segera diperbaik. "Dulu Dusun VI tidak pernah banjir tapi sekarang saat hujan deras air hujan langsung masuk kerumah warga karena paritnya sudah rusak. Selain itu jalan mulai dari perbatasan Dusun VI sampai Dusun IV sepanjang sekira 3 Km sudah rusak parah dan tergenang air saat hujan turun sehingga membahayakan para pengendara, jika tidak diperbaiki kami berencana menanam pohong jengkol. Kami sudah menanyakan ke Kepala Desa, pak Kades bilang jalan itu merupakan jalan Kabupaten jadi tidak sembarangan menggunakan ADD untuk membangun jalan yang rusak tersebut,” kata Darmawan Sagala.

Masalah jalan dan rusak juga dikeluhkan warga lainnya seperti Safii warga Perumahan BSP, dimana sejak 24 tahun lalu pengaspalan jalan hanya satu kali begitu juga pembangunan dari desa. "Saat hujan jalan terendam karena parit sudah tidak layak lagi dan tidak berfungsi,” ujarnya.

Warga juga mengharapkan agar saluran irgasi pertanian dilakukan pengorekan (normalisasi) sehingga saat hujan turun lahan pertanian warga tidak tergenang air hujan dan banjir.

Sementara Ojahan Silalahi warga Dusun V menyampaikan sebelum ada pembangunan jalan tol , jalan di dusun mereka tidak harus melalui tanggul irigasi namun setelah ada pembangunan jalan tol warga harus melalui tanggul irigasi sehingga dikhaatirkan jika truk col diesel pengangkut alat-alat pertanian dan hasil pertanian tanggul irigasi akan rusak.

"Kami berharap agar dibuat tembok penahan tanggul irgasi sehingga mampu menahan saat truk pengangkut alat-alat pertanian dan hasil pertanian melintas, kami meminta agar jalan diperlebar,” harapnya.

Eddi Parhusip warga  Dusun IV mengungkapkan sebelum ada pembangunan jalan tol tiang listrik di dusun mereka terbuat dari beton (permanen) tapi saat pembangunan jalan tol tiang listrik diganti tiang bambu sehingga kabel listrik hamper menyentuh tanah. Namun setelah warga melakukan aksi demo, tiang listrik diganti tiang telepon.

"Memang ada dikasih tiang listrik sama PT.Waskita tapi siapa  yang mau memasang, kami juga meminta irigasi yang rusak akibat pembangunan jalan tol segera diperbaiki sehingga tidak mengganggu petani yang akan menanam padi,” ujar Eddi Parhusip.

Dalam reses ini warga juga menyampaikan keluhan mereka jika lahan mereka diduga diserobot pihak pembangun jalan tol seperti yang disampaikan Martuah Sinaga jika lahannya seluas sekira 400 m2 digunakan untuk pembangunan jalan tol namun belum dibayar.

"Dulu sawah saya seluas 2400 m2 dan dibayar tol seluas 1200 m2, seharusnya sisanya 800 meter tapi sekarang sisanya hanya 800 m2 hilang 400 m2,” kesalnya.

Warga juga menyampaikan bahwa surat tanah mereka dari sisa tanah yang telah diganti rugi belum dikembalikan pihak pengembang jalan tol. Selain itu warga juga berharap agar diberikan batuan fasilitas olahraga seperti  bola voli.

Menanggapi harapan dan anspirasi warga Desa Pasar Melintang, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Deliserdang Ir.Henry Dumanter Tampubolon mengatakan dirinya akan menyampaikan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deliserdang dan pihak terkait. Dirinya juga sudah berkomunikasi dengan pihak PLN terkait Kantor Desa Pasar Melintang belum dialiri listrik.

"Saya akan sampaikan ke Kepala Dinas agar jalan dan irigasi di Desa Pasar Melintang segera diperbaiki dan mudah-mudahan dapat dilaksanakan tahun depan. Bulan ini atau bulan Desember nanti  jalan di Desa Pasar Melintang harus diperbaiki, tapi saya minta bulan November. Saya juga  sudah komunikasi dengan pihak PLN dan meminta listrik ke Kantor Desa Pasar Melintang harus segera dikerjakan, paling lama 2 minggu,” jelas Dumanter.

Dirinya juga akan menfasilitasi warga Desa Pasar Melintang yang lahannya diserobot pihak pembangun jalan tol. "Terkait lahan warga yang diserobot pihak pembangunan jalan tol merupakan masalah hukum saya akan menfasilitasinya dan memanggil pihak pembangun jalan tol. Saya juga akan membantu 8 buah bola voli untuk Desa Pasar Melintang,” tegas Dumanter.

Sementara itu Kepala Desa Pasar Melintang David Sagala menyampaikan terimakasih atas usaha Ir.Henry Dumanter Tampubolon memperjuangkan pengaspalan jalan di Desa Pasar Melintang. "Terimakasih atas usaha bapak Ir.Henry  Dumanter Tampubolon untuk pengaspalan jalan di Desa Pasar Melintang dan membantu untuk mengalirkan listrik ke Kantor Desa PasarMelintang yang permohonannya sejak September 2016 lalu. Kami juga berharap ada bantuan bedah rumah miskin sebanyak lima unit sekalian upah tukangnya agar masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya. Terimakasih juga atas bantuan 8 buah bola volinya,” ujar David Sagala.(walsa)


Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait