Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Gas LPG 3 Kg Mulai Langka di Binjai

Tim Redaksi: Kamis, 05 Oktober 2017 | 00:28 WIB

Gas LPG 3 Kg Mulai Langka di Binjai


Sejumlah warga di Kota Binjai, terutama para ibu rumahtangga, mulai mengeluhkan kelangkaan pasokan elpiji tiga kilogram. Jika pun ada, harga jual ecerannya bisa mencapai Rp 20 ribu per tabung.

Seperti diutarakan Farida (48), warga Lingkungan II, Kelurahan Rambung Dalam, Kecamatan Binjai Selatan, Rabu (4/10) pagi. Menurut ibu tiga anak itu, kelangkaan elpiji tiga kilogram telah terjadi dalam tiga hari terakhir.

Situasi itu turut diperparah dengan minimnya pasokan bahan bakar cair bersubsidi tersebut di tingkat pangkalan, terutama yang disalurkan melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

"Heran kita jadinya. Sebab situasi seperti ini hampir selalu terjadi saat momen hari raya, dan mendekati akhir tahun seperti sekarang," keluh Farida, yang mengaku terpaksa beralih menggunakan kayu bakar unik sementara waktu.

Hal senada juga diungkapan Ningsih (43), ibu rumahtangga, warga Lingkungan III, Kelurahan Mencirim, Kecamatan Binjai Timur. Dia bahkan mengaku harus bersusah payah untuk mendapatkan elpiji tiga kilogram.

Menariknya, seru Ningsih, meski kadang pasokan di tingkat pangkalan minim, namun tidak jarang dia menemukan pedagang pengecer yang memiliki stok elpiji tiga kilogram relatif banyak.

"Bagi kami, ibu rumahtangga, yang terpenting itu elpiji melon harus selalu ada. Lebih baik harganya sedikit mahal tapi pasokannya ada, ketimbang harganya murah tapi barangnya kosong," ujar Ningsih.

Pantauan wartawan, Rabu (4/10/17), beberapa kios penjual bahan bakar minyak (BBM) di Kecamatan Binjai Selatan, memang tidak terlihat aktivitas jual-beli elpiji tiga kilogram seperti hari biasanya.

Lain halnya di SPBU Nomor: 14.207.151, Jalan Letjen Djamin Ginting, Kelurahan Rambung Dalam, Kecamatan Binjai Selatan.  Sejak pagi, puluhan warga yang didominasi kaum ibu, telah memadati lokasi itu dengan membawa sejumlah tabung kosong.

Sayangnya mereka tetap tidak bisa mendapatkan barang kebutuhan pokok tersebut, meskipun telah menunggu hingga siang hari. Akibatnya, warga terpaksa pulang tanpa hasil, meski ada satu dari tiga truk pengangkut elpiji melakukan bongkar-muat.


"Maaf, bu, stok sementara kosong. Mungkin sore atau malam baru ada. Itu pun kalau armadanya datang. Soalnya jadwal masuk hari ini, memang nggak ada," terang salah seorang petugas SPBU kepada warga.(hendra)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait