Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Terkait Kematian Antor Simanjuntak, Pihak Polsek Medan Timur Enggan Beri Komentar

Tim Redaksi: Senin, 18 September 2017 | 11:43 WIB




 Pasca kematian Antor Simanjuntak (40), warga Jalan Almunium I, Lingkungan XVII, Tanjung Mulia, Medan Deli yang sempat dilarikan ke RS Imelda, namun, nyawa Antor tak bisa terselamatkan, sejumlah Perwira Polsek Medan Timur enggan berikan komentar, Senin (18/9/2017). Antor Simanjuntak meninggal dunia di RS Imelda dengan luka diseluruh pada tubuhnya.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting SH mengatakan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan. Terkait hasil pemeriksaan terhadap korban, Rina Sari Ginting menambahkan, tidak memberitahukan detail hasil pemeriksaan terhadap korban. "Hasil visum itu untuk kepentingan peradilan," kata Rina Sari Ginting, via pesan singkat di WhatAsp Messenger.

Informasi simpang siur Antor Simanjuntak meninggal Laka Lantas Tunggal atau motif yg lain, Rina Sari Ginting tak menjawab.

Berita sebelumnya, korban diduga meninggal akibat Laka Tunggal, namun, informasi tersebut masih simpang siur. Kejadian tersebut terjadi Kamis malam (14/9/2017), saat Piket Reskrim 7.0, Polsek Medan Timur, menerima informasi dari RS Imelda, ada seorang pria meninggal dunia di RS Imelda, Jalan Bilal, Medan. Menerima informasi itu, Piket Reskrim 7.0 bersama Kanit Reskrim Polsek Medan Timur, Iptu I Made Yoga SIK dan Unit Reskrim Tim 7.2 menuju ke rumah sakit.

Setelah melihat kondisi korban meningal dunia, personel Polsek Medan Timur pun membawa korban ke RS Bhayangkara Medan untuk dilakukan otopsi. Korban dibawa 3 orang menggunakan becak barang Honda Astrea BK 3353 EF ke RS Imelda, Medan. Salah satu orang yang mengantar korban memberikan identitas dengan nama Adi berikut nomor hp 08539258567, tapi saat dihubungi nomor tersebut tidak aktif. Korban mengalami luka diantaranya luka bocor pada bagian kepala sebelah kanan belakang, luka lecet di pundak bagian kanan, luka lecet di tangan (luka lecet ruas jari tengah, luka lecet di jari manis dan kelingking serta luka lecet di punggung tangan kanan), luka lecet di siku kanan, luka lecet di pinggul kanan, luka lecet di lutut kanan dan luka lecet di punggung kaki kanan.

"Luka bocor yang menyebabkan pendarahan pada bagian kepala sehingga hidung, mulut dan telinga korban mengeluarkan darah. Penyebab kematian korban belum tahu pasti. Masih simpang siur informasinya," ujar salah seorang nara sumber yang enggan namanya disebutkan.

Polsek Medan Timur hingga saat ini mencari dan masih memintai keterangan sejumlah saksi-saksi. Adapun tiga saksi yang dimintai keterangan sampai saat ini yakni Wuria Asni br Sinaga (36), security, warga Jalan Kawat I, Lingkungan XIX Gg Turi, Tanjung Mulia Hilir, Medan Deli ; Atemalem br Bangun (27), security, warga Jalan Pelita IV, Kampung Durian, Medan dan Riven Gule (23), perawat RS Imelda. Personel Polsek Medan Timur masih menyelidiki penyebab terjadinya luka pada korban dan mencari keluarga korban.

Kapolsek Medan Timur, Kompol Wilson Pasaribu SIK dan Kanit Reskrim Polsek Medan Timur, Iptu I Made Yoga SIK saat dihubungi via telepon selulernya tak menjawab. Saat dikirim pesan singkat (SMS) melalu telepon selulernya, juga tak menjawab. (jh siahaan)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait