Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Proyek Rp2,2 M Pakai Air Parit, Rekanan Dapat 'Surat Cinta'

Tim Redaksi: Selasa, 26 September 2017 | 19:41 WIB

Tim langsung melakukan pengecekan ke lokasi proyek

Adanya pemberitaan Proyek Pembangunan Drainase Dalam Kota Jalan Kartini-Jalan Cipto dan sebagian Jalan WR Supratman, Kecamatan Lubuk Pakam Tahun Anggaran 2017 senilai Rp2.215.000.000, menggunakan air parit, mendapat tanggapan dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Deli Serdang.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Janso Sipahutar didampingi Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) M Sidebang beserta sejumlah staf langsung turun ke lokasi proyek yang dikerjakan rekanan CV Andiko Karya Prima yang diragukan kualitasnya karena memakai air parit untuk mencampur semen dan pasir itu.

Kedatangan pejabat instansi terkait itu untuk melihat langsung kondisi di lapangan dan sudah sampai sejauh mana ............................................................

[cut]


Kedatangan pejabat instansi terkait itu untuk melihat langsung kondisi di lapangan dan sudah sampai sejauh mana dikerjakan. Saat dikonfirmasi pada Selasa (26/9) di lokasi proyek, Janso Sipahutar menyatakan, pihaknya sudah melayangkan teguran secara tertulis kepada rekanan yang disampaikan melalui Ratno yang menjabat mandor di lapangan.

Selain teguran secara tertulis, Janso Sipahutar juga menghubungi pihak rekanan via selular agar menghentikan proyek jika air yang dipakai untuk mencampur semen dan pasir adalah air parit. Karena hal itu bertentangan dengan kontrak yang pengerjaannya hingga 28 Desember 2017 mendatang. “Terimakasih atas informasinya. Kalau tidak diberitahu sama rekan wartawan, mungkin kami tidak tau jika yang digunakan untuk mencampur semen dan pasir adalah air parit,” sebut Janso.

Sedangkan Mandor Lapangan Ratno ketika dikonfirmasi mengakui jika pada Sabtu (23/9) lalu terpaksa menggunakan air parit karena mobil yang mengantar air bersih tidak datang. Namun saat ini pihaknya sudah memakai air sumur milik warga untuk mencampur semen dan pasir,” kita sudah memakai air sumur milik warga,” ujarnya.


Sementara itu pantauan di lapangan, pengerjaan proyek itu terkesan mengganggu arus lalu lintas di Jalan Kartini. Karena batu sirtu maupun pasir yang ditumpuk di tepi jalan berserak hingga ke tengah jalan. Para pengendara pun terpaksa ekstra hati-hati jika melintas di Jalan Kartini.(walsa)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait