Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Poktan Harapan Maju Olah Lahan Persawahan

Tim Redaksi: Jumat, 22 September 2017 | 15:37 WIB


Anggota Poktan Harapan Maju, terlihat sedang mengolah lahan persawahan menggunakan handtracktor. 





Untuk persiapan musim tanam padi persawahan yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada awal bulan oktober, Kelompok Tani (Poktan) Harapan Maju Desa Roburan, Kecamatan Sosa Kabupaten Padang Lawas (Palas) melakukan pengolahan lahan persawahan seluas 25 hektare.

Kepada wartawan, Jumat (22/9/2017), Ketua Poktan Harapan Maju, Rusli Pasaribu menyebutkan, areal persawahan seluas 25 hektare yang sedang diolah itu, terletak di Saba Sungai Lakitang.

"Dari seluas 25 hektare rencana pertanaman persawahan padi, saat ini seluas 7 hektare lahan persawahan sudah selesai dioleh dan siap tanam. Pengolahan lahan persawahan dilakukan dengan menggunakan alsintan alsintan handtracktor," ujarnya.

"Lahan persawahan seluas 25 hektar ini, dikelola bersama 27 orang anggota dari empat desa. Yaitu Desa Tanjung, Hurung Jilok, Roburan dan Rambah," jelasnya.

Untuk jenis benih padi yang digunakan, lanjutnya, varietas benih padi sawah mekongga sebanyak 625 kilogram. Benih padi ini merupakan bantuan dari dari pihak Dinas Pertanian (Distan) Palas tahun 2017.

Disebutkannya, proses pengolahan lahan persawahan harus diselesaikan pada akhir september. Mengingat musim tanam padi sawah pada awal bulan oktober.

"Kalau ditanam pada bulan oktober, diprediksikan panen padi sawahnya kan dilakukan pada awal januari 2018. Karena jenis benih padi mekongga memiliki masa waktu mulai tanam hingga panen selama 100 hari," jelasnya.

Untuk hasil produksi panen padi persawahan ini, tambahnya, seperti biasanya sebanyak 6 ton perhektare.

"Biasanya, petani padi sawah ini menggunakan sebagain hasil panen padinya untuk kebutuhan konsumsi petani dan sebagian lagi dijual dengan harga Rp 5.500/Kg," paparnya.

Saat ini, ungkapnya, petani padi persawahan ini sini masih menggunakan sumber pengairan untuk sawahnya berasal dari aliran irigasi tersier, panjangnya sekitar 600 meter.

"Dari sepanjang 600 meter saluran irigasi tersebut, sepanjang baik 300 meter saluran irigasi sudah disemen (permanen-red). Tapi, sepanjang 300 meter lagi, masih merupakan irigasi tanah," katanya.

"Kami, petani di sini berharap, kiranya ada perhatian dari pemerintah untuk segera memperbaiki saluran irigasi yang masih saluran tanah tersebut agar dipermanenkan," harapnya.

Selain itu, tambagnya, petani juga meminta agar jalan usaha tani menuju ke areal persawahan sepanajang sekitar 500 meter dapat diperbaiki.

"Dengan adanya perbaikan pada jalan usaha tani, tentunya akan menunjang kelancaran angkutan hasil pertanian petani di sini," pungkasnya.(pls-1)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait