Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Perampokan Truk Muatan Susu, Polisi Dalami Keterlibatan Sopir & Kernet

Tim Redaksi: Kamis, 14 September 2017 | 18:34 WIB




Petugas Sat Reskrim Polres Pelabuhan masih mendalami penyelidikan kasus perampokan Truk BK 8614 CI bermuatan 1200 kota susu. Polisi mengarahkan penyelidikan kepada sopir, Zul (35) dan kernet, Boy (22)‎ yang diduga terlibat sebagai pelaku pembajakan susu senilai Rp 800 juta tersebut.

 Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Yayang Rizki Pratama mengatakan, pihaknya sudah memproses dan menyelidiki perampokan 1200 kotak susu.

 Penyelidikan masih fokus kepada sopir dan kernet yang statusnya masih sebagai saksi. Ada dugaan, sopir dan kernet ikut terlibat dalam kasus perampokan tersebut.

 "Dari hasil pemeriksaan kita sementara, sopir dan kernet mengaku ada diantara pelaku berbahasa aceh saat menghadang truk mereka. Jadi, kemungkinan besar sopir dan kernet kenal dengan pelaku, jadi kita masih dalami lagi, apakah ada keterlibatan sopir dan kernet," kata Yayang, Kamis (14/9).

 Dijelaskan perwira berpangkat tiga balok emas ini, ‎untuk saat ini status sopir dan kernet masih saksi dan wajib lapor. Apabila ada mengarah kepada mereka pihaknya akan melakukan tindakan.

 Oleh karena itu, sopir dan kernet masih diawasi, selain mereka berdua, ada dua saksi lain yang diperiksa. Jadi, pihaknya masih menyelidiki di lapangan untuk mengungkap pelaku. "Sampai saat ini belum ada mengarah kepada pelaku, kita masih melakukan pengejaran di lapangan," ungkap Yayang.

 Disinggung dengan senjata api yang digunakan pelaku, apakah ada keterlibatan aparat, Yayang belum bisa menjawab. "Dari keterangan sopir dan kernet, senjata itu jenisnya FN, tapi kita belum bisa simpulkan adanya keterlibatan aparat. Jadi, kita tunggu aja hasil penyelidikan di lapangan," jelas Yayang.

 Sekedar mengingatkan, ‎perampokan truk bermuatan susu senilai Rp 800 juta terjadi saat membawa muatan dari  pergudangan Samudra Logistik Belawan menuju ke Labuhanbatu.

 Ketika truk akan masuk ke pintu Tol Belawan dihadang mobil Toyota Avanza.  Sebanyak 5 pria tak dikenal, diantaranya memegang pistol mengaku aparat. Kawanan rampok langsung sambil menodong pistol memerintahkan sopir dan kernet keluar mengambil alih truk.

 Sopir dan kernet‎ digari dan wajah ditutup kain dinaikkan ke dalam mobil Toyota Avanza. Setelah kondisi sopir dan kernet disekap, para kawanan rampok membawa truk dan keduanya menuju ke arah Tanjung Morawa.

 Perampok membawa sopir dan truk itu ke lokasi persawitan di Tanjung Morawa. Di suasaan gelap, sopir dan kernet dengan kondisi tangan terikat dan wajah tertutup dibuang ke persawitan. (mu-1)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait