Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

MPC PP Paluta Sukses Gelar Nobar Film G 30/S PKI

Tim Redaksi: Sabtu, 30 September 2017 | 00:58 WIB

MPC PP Paluta Sukses Gelar Nobar Film G 30/S PKI

Seperti dijadwalkan sebelumnya, unsur pengurus dan kader Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC PP) Kabupaten Paluta melaksanakan nonton bareng Film Gerakan 30 September 1965 Penghianatan Partai Komunis Inddonesia (G/30 /S/PKI), Jumat (29/9) malam hingga Sabtu (30/9) dinihari.

Acara itu dilangsungkan di Kantor MPC PP Paluta Jalan lintas Gunung tua - Padang sidempuan Km 1,5 Lingkungan I Kelurahan Pasar Gunung Tua, Kecamatan Padang bolak, atas undangan resmi Ketua MPC PP Kabupaten Paluta, H Jaharuddin Siregar.

Turut hadir dalam agenda tersebut, Sekretaris MPC PP Paluta Aryan Yakub Harahap, Bendahara MPC PP Paluta Alam Syah Daulay dan Pengurus bidang bidang di MPC PP yakni Henrik Gunawan Harahap, ST, Awaluddin Djamin Harahap SSos, Henri Bosar Harahap, Rifai Halim Harahap.

Tidak ketinggalan Ketua Koti MPC PP dan jajarannya Todungan Harahap, Andi Capunk, Jhon Koti, Sadar Simbolon, Anhar Harahap, Gembira Harahap ST, Undangan Harahap, termasuk Sapma PP Paluta, Ketua Ketua PAC PP Kecamatan dan masing masing ketua-ketua ranting. “Ketua Sapma PP Paluta tidak hadir karena menghadiri acara Munas Sapma PP I di Pekanbaru,” ujar Ketua MPC PP Kabupaten Paluta, H Jaharuddin Siregar.

Dia juga menambahkan, acara ini bisa terlaksana berkat kerjasama dengan beberapa instansi pemerintahan di Paluta. Di antaranya, dokumentasi film didapat dari Dinas Kominfo Paluta, sedangkan alat infokusnya dipijamkan oleh Dinas KB.  “Acara tadi sedikit mundur karena turunnya hujan,” ujar Jaharuddin yang didampingi Kabid Informasi Dinas Kominfo Paluta, Sugeng Siregar.

Amatan wartawan, di awal acara terlihat peserta hanya berkisar 60-an orang. Namun memasuki pertengahan hingga akhir nonton bareng, jumlah penonton sudah mencapai 200-an orang. Hal ini dikarenakan hujan berangsur reda.


“Film ini sangat bagus. Saya suka dengan ceritanya. Jadi tidak usah lah dirombak-rombak lagi. Ini kan sejarah. Semua masyarakat Indonesia harus mengetahui bahwa kita pernah mengalami kisah kelam itu,” pungkas Jaharuddin di akhir acara.(GNP)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait