Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Gedung DPRD Binjai Tanpa Lift dan Escalator

Tim Redaksi: Selasa, 26 September 2017 | 20:14 WIB




Pupus sudah harapan anggota Dewan Perwakikan Rakyat Daerah Kota Binjai memiliki gedung yang representatif. Akibat ketiadaan dana, fasilitas lift dan escalator dihapuskan dari wacana awal.

Sebelumnya, berdasarkan rencana, gedung dewan akan dibangun dengan dana sebesar Rp 34 miliar. Selain memiliki empat lantai, gedung juga akan dilengkapi dengan lahan parkir luas.

Kabid Cipta Karya PU Binjai, Ridho Purnama Sari mengatakan, berdasarkan ketersediaan dana, pihaknya akan membangun gedung dewan menggunakan opsi kedua yakni dengan dana Rp 15 miliar.

"Konsekuensinya jumlah gedung dipapas menjadi dua dari awalnya empat lantai," katanya, Selasa (26/9/17).

Menurut wanita berjilab ini, angka Rp 34 miliar didapat dari hitungan konsultan. Dana sebesar itu akan digunakan untuk membangun gedung yang bagus sesuai dengan gambaran konsultan.

"Kan mereka maunya gedung yang bagus sehingga tercipta angka puluhan miliar," katanya.

Ketua DPRD Binjai, Zainuddin Purba mengatakan, menunggu gedung selesai dibangun, mereka akan menyewa lokasi untuk bekerja.

"Ada tiga opsi yakni Pattar Hal, Ovani, Ramayana hingga ruang kosong di Binjai Super Mall," katanya.

Batalnya pembangunan gedung DPRD Binjai yang akan menghabiskan dana Rp34 miliar tidak menyurutkan keinginan anggota dewan untuk tetap bekerja.

Dengan dana yang seadanya, impian memiliki gedung representatif gagal. Karena ketiadaan dana, gedung baru hanya akan dibangun dua lantai dengan estimasi biaya Rp 15 miliar.

Ketua DPRD Binjai, Zainuddin Purba mengatakan, anggota dewan sangat merindukan gedung baru karena kondisi yang kurang mendukung.

"Gedung lama bagus tapi tidak bisa mendukung kebutuhan dewan," katanya beberapa waktu lalu.

Walau pun gedung baru nantinya tidak terlalu bagus namun katanya sudah merepresentasikan keinginan anggota dewan untuk memiliki tiga ruang rapat.

"Ada ruang uang rapat, ruang rapat komisi, ruang rapat pleno," katanya.

Untuk mensiasati ketidaaan ruang rapat utama, rencananya atap lantai dua akan didak dan dijadikan ballroom.


Selain itu, lokasi parkir yang awalnya diwacanakan berada di tengah gedung dewan akan diganti menjadi parkir di sekitar gedung.(hendra)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait