Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Sang Ayah Berharap Srunita Tampil di Olimpiade Tokyo

Tim Redaksi: Senin, 28 Agustus 2017 | 17:22 WIB





Belum genap berusia 24 Tahun, Srunita Sukatendel telah malang melintang di arena Karate di Indonesia. Belasan negara sudah dia jajaki untuk menunjukkan kelihaiannya bermain karate.



Sriunita terlahir dari ayah Sehukur Perangin-angin Sukatendel dan ibu Ngampuni beru bukit. Emas terakhir yang dia raih di Sea Games di kelas 50 kilogram tidak didapatkan dengan instan.



Seruni sudah mulai mempelajari karate sejak Balita. Sejak berumur tiga tahun, peringkat delapan dunia versi World Karate Federation ini sudah mulai mempelajari karate di Dojo yang memiliki nama yang sama dengannya. Dojo Sruni.



Sang ayah yang hingga saat tercatat sebagai pelatih FORKI Sumut lah yang menempanya hingga memiliki prestasi setinggi langit.



"Sedari kecil Sruni sudah saya ajari berlatih karate di Dojo milik saya. Dojo ini saya bangun dengan cara mengutang ke bank," katanya di kediamannya di Jalan Merdeka, Gang Pertamina, Kelurahan Tanjung Langkat, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat.



Guru olah raga SMAN 1 Salapian ini mengaku, Sruni sangat menyukai dunia olah raga. Selain berbakat, Sruni juga memiliki tekad yang kuat untuk menang.



"Pada pertandingan internasional, dia bahkan pernah lupa bahwa kelingking kaki kanannya pernah patah terinjak saat berlaga. Namun dia tidak sadar," katanya.



Kemampuan mahasiswa Unimed yang akan segera ditahbiskan menjadi sarjana olah raga ini mulai terlihat saat pekan olah raga pelajar 2007 mewakili Langkat.



Dia mampu meraih juara di kategori yang berbeda sehingga dilirik oleh Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) untuk diasah menjadi atlit berbakat.




Tidak dibutuhkan waktu yang lama bagi Sriunita untuk menunjukkan kelasnya. Wanita yang bermimpi menjadi dosen ini hanya butuh waktu tiga tahun hingga akhirnya menjadi atlit nasioal karena dilirik Pelatnas.



Titik baliknya menjadi atlis nasional saat dia mampu menjuarai kejuaraan junior di Sulawesi tahun 2010 memperebutkan piala Mendagri kelas di bawah 53 kilogram.



Tancap gas, saat ini puluhan piagam, piala dan mendali sudah tersusun rapi di kediamannya. Mulai dari Emas di Venezia open, Finlad, Turki dua kali, Vietnam, higga perak dan perunggu.



Ketajamannya juga terlihat dari pencapainya di World Karate Federation.


Pada gelaran tahunan yang diikuti karateka dari seluruh dunia, Srunita mampu meraih urutan yang dahsyat. Urutan lima di Bremen pada tahun 2014 dan urutan lima di Austria pada tahun 2016. (Lkt-1)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait