Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Masyarakat Hutaraja Lamo Minta Bupati Copot Kepsek SDN 0415

Tim Redaksi: Jumat, 18 Agustus 2017 | 22:33 WIB

Tokoh masyarakat Desa Hutaraja Lamo, Rahmat Hasibuan.



Sejumlah warga masyarakat di Desa Hutaraja Lamo Kecamatan Sosa Kabupaten Padang Lawas (Palas) meminta agar Bupati Palas mencopot jabatan Jusaini, sebagai Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 0415 Hutaraja Lamo.


Hal ini ditegaskan oleh Tokoh Masyarakat Hutaraja Lamo, Rahmat Hasibuan, kepada wartawan, Jumat (18/8/2017) malam, menyusul insiden penyegelan kantor guru SDN tersebut oleh masyarakat dan wali murid, Rabu (16/8/2017).


Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 30-an warga masyarakat dan orang tua/wali murid SDN 0415 melakukan aksi "penyegelan" ruang Kantor Guru dikarenakan minimnya kegiatan dalam memeriahkan HUT RI ke-72.


Padahal hal tersebut sudah menjadi kebijakan dari pemerintah pusat hingga pemerintah kecamatan dan di desa, agar seluruh instansi dan lapisan masyarakat memeriahkan peringatan HUT RI ke-72 dan sesuai pengalaman tahun-tahun sebelumnya, SDN 0415 selalu ikut serta dalam kegiatan HUT RI.


"Banyak fasilitas yang sudah tersedia di sekolah, seperti drumband, pakaian karnaval, busana tari-tarian dan lainnya, yang bisa digunakan oleh para siswa untuk kegiatan HUT RI. Kenapa ini tidak dipergunakan. Apa mau dimuseumkan kepsek," ungkapnya.


"Banyak orang tua wali murid dan masyarakat dari SD Hutaraja Lamo, khususnya ibu-ibu yang bersedih sampai menangis, saat melihat penampilan drumband, karnaval dan deville dari siswa sekolah lain saat peringatan HUT RI kemarin. Karena siswa dari SD Hutaraja Lamo tidak ikut kegiatan," sebut Rahmat.


Padahal, ujarnya, fasilitas di sekolah sudah lengkap dan sudah mendukung untuk menumbuh kembangkan bibit dan bakat para murid-murid di SD itu.


"Insiden ini, tentunya mencoreng nama baik masyarakat dan orang tua wali murid SD Hutaraja Lamo. Tak pantas kepsek ini dipertahankan lagi. Kami dari masyarakat meminta Bupati Palas agar mencopot kepsek SD Hutaraja Lamo ini," tukasnya.


Informasi dihimpun wartawan dari dua orang guru yang masih berada di halaman SDN 0415, Rabu (16/8/2017) masing-masing bemarga Saragih dan Hasibuan menyebutkan, kronologis penyegelan ruang guru di sekolah dasar ini dilakukan masyarakat dan orang tua murid pada sekitar pukul 07.30 wib.


"Para orang tua murid dan masyarakat beramai-ramai datang pagi tadi. Saat kejadian penyegelan, hanya ada satu orang guru dan kepala sekolah di sini. Warga berbincang dengan kepala sekolah di ruang guru, setelah itu mereka keluar dan menyegel pintu kantor guru dengan paku," ujarnya.


"Warga menyegel ruang guru sekolah, karena warga merasa tidak senang dengan kinerja kepala sekolah, yang dinilai warga tidak melibatkan partisipasi anak didik pada kegiatan memeriahkan HUT RI ke-72," ucapnya.


Disebutkan sang guru, di sekolah ada alat drumband, tapi tidak diikutkan kegiatan drumband. "Lengkapnya pakaian karnaval di sekolah kita, tapi tidak ikut kegiatan sekolah dan kegiatan-kegiatan lainnya, seperti tari-tarian untuk menyemarakkan kegiatan HUT RI tahun ini," jelasnya.


Sayangnya, sampai berita ini diturunkan, Kepala Sekolah SDN 0415 Hutaraja Lamo, Jusaini belum bisa diajak berbincang. Saat nomor handphone miliknya aktif dihubungi wartawan, Jumat (18/8/2017) sekira pukul 22.04 wib Jusaini menjawab, "Besok-besok ajalah kita komunikasi. Sudah tidur saya," katanya.(pls-1)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait