Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

DPW PKB Sumut Tolak Full Day School

Tim Redaksi: Rabu, 09 Agustus 2017 | 18:27 WIB


 
Drs Ance Selian 
Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumatera Utara menolak Peraturan Mendikbud Muhadjir Effendy No.23 tahun 2017 tentang hari sekolah yang mengatur sekolah delapan jam sehari selama lima hari atau Full Day Scholl (FDS) karena dianggap menjauhkan anak dari pendidikan agama.

Kebijakan sekolah lima hari full delapan jam belajar akan menggerus existensi sekolah madrasah Diniyah karena keberadaan Full Day School. “Kami menilai Full Day School akan menepikan peran-peran kesejarahan madrasah Diniyah dalam membangun karakter bangsa yang berakhlak mulia, keberadaan madrasah diniyah merupakan sejalan dengan pesatren pesantren yang mengajarkan tentang pembangunan ahlak agama," kata Ketua DPW PKB Sumatera Utara, Drs Ance Selian saat ditemui di Bandara Kualanamu pada Rabu (9/8).

Menurutnya, pembangunan karakter bangsa dinilai tidak bisa diukur dengan banyaknya hari dan jam anak belajar di sekolah. Namun, melalui kualitas proses pendidikan dan kesungguhan para guru atau ustadz dalam membimbing maupun memberi teladan bagi peserta didik. “Kami khawatir dengan penerapan FDS, maka pelajar Sumatera Utara akan mengalami kekeringan ilmu agama dan dikhawatirkan menjadi generasi yang tidak mengenal Allah," ujar Ance yang juga alumni pesantren.

Dirinya juga menilai, Permendikbud itu merugikan masyarakat karena Indonesia memiliki keragaman, baik geografis, sosilologis maupun budaya sehingga dikhawatirkan justru menjauhkan anak dari orangtua. “Kurikulum (agama) di FDS sangat terbatas. Gurunya tidak ada dan pendidikan hanya di masyarakat, pesantren, madrasah, musholah dan taman pendidikan agama jangan diambil semuanya," kata Ance.

Dirinya pun menerangkan Permendikbud tersebut juga bertentangan kultur masyarakat di Sumatera Utara yang selama ini menjadikan lembaga-lembaga non formal keagamaan sebagai tempat pembinaan moral anak-anak.


Dirinya pun menjelaskan gagasan ini pun bertentangan dengan kultur di Sumatera Utara karena anak-anak tidak lagi mengaji di taman pengajian dan bisa mengakibatkan runtuhnya moral anak serta bubarnya TPA/TPQ yang selama ini dijadikan sebagai tempat pembinaan akhlak generasi muda bangsa Indonesia. “PKB Sumut berkomitmen akan melakukan aksi penolakan tegas bila pemerintah tetap memberlakukan system Full Day School ini," jelasnya. (walsa) 

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait