Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Astaga...! Pria Ini Sekarat Dibakar, Pelaku Meronta-ronta Diamankan Polisi

Tim Redaksi: Minggu, 27 Agustus 2017 | 18:23 WIB

Astaga...! Pria Ini Sekarat Dibakar


Robin Pinem (30) warga Jalan Rawe 7, Pasar 7, Kel. Tangkahan, Kec. Medan Labuhan sekarat dibakar penempel ban di Jalan Boksit, Kel. Kota Bangun, Kec. Medan Deli, Sabtu (26/8) sore.

 Pelaku yang diduga mengalami gangguan jiwa, Jeneper Manullang (49) warga Jalan Boksit, Kel. Kota Bangun, Kec. Medan Deli telah diamankan petugas Polsek Medan Labuhan dibantarkan ke RS Jiwa Mahoni, Medan.

 Ceritanya, ‎korban yang bekerja sebagai Mandor gudang di salah satu pabrik duduk di warung tempel ban milik pelaku. Kemudian, pelaku menanyakan jam kepada korban.

 Setelah itu, korban duduk sambil menelpon membelakangi pelaku. Entah apa yang ada dipikiran pelaku, dengan jarak sekitar 3 meter, pelaku mengambil minyak bensin menyiramkan ke tubuh korban sambil menyulutkan api.

 Akibatnya, tubuh korban terbakar, untuk memadamkan api, korban berusaha berguling di lantai hingga api benar - benar padam. Sementara itu, pelaku kabur pulang ke rumahnya.

 Warga sekitar menolong korban yang mengalami luka bakar ke rumah sakit terdekat. Karena kondisi luka bakar mencapai 50 persen, korban dirujuk ke RS Colombia Asia.

 Berselang itu, keluarga korban melaporkan kejadian itu ke Polsek Medan Labuhan. Polisi yang menerima laporan itu melakukan cek TKP dan mengamankan pelaku di rumahnya.

 Ternyata, pengakuan pihak keluarga, pelaku selama ini mengalami gangguan jiwa. Karena sulit untuk dimintai keterangan dan meronta - ronta di kantor polisi, pelaku pun dibantarkan ke RS Jiwa Mahoni, Medan.

 Panit Reskrim Polsek Medan Labuhan, Ipda Ismail Pane mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan dari istri korban, pelaku sudah mereka amankan, hanya saja pelaku sudah lama alami gangguan jiwa.

 "Saat ini pelaku berada di RS Jiwa Mahoni, kita masih awasi pelaku menunggu surat keterangan dari rumah sakit menyatakan gila. Kondisi korban masih menjalani perawatan di rumah sakit. Motifnya tidak ada, mungkin karena sudah stres makanya sasarannya ke korban," kata Ismail. (mu-1)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait