Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Warga Ujung Batu 5 Bangun Akses Jalan Pertanian

Tim Redaksi: Selasa, 25 Juli 2017 | 18:38 WIB

Kepala Desa Ujung Batu 5, Supadi (tengah) didampingi perangkat desanya di lokasi pembangunan jalan rabat beton.


Guna meningkatkan ekonomi para petani, juga untuk kelancaran lalulintas pada jalan penghubung antar dusun di dalam Desa Ujung Batu 5, Kecamatan Hutaraja Tinggi (Huragi), Kabupaten Padang Lawas (Palas), warga setempat bersepakat membangun jalan rabat beton sepanjang 323 meter.
Didampingi Kasi Pemerintahan, Sumanto dan Ketua Tim Pengelola Kegiatan (TPK ), Pardiono, Kepala Desa Ujung Batu 5, Supadi, kepada wartawan, Selaa (25/7/2017) menyebutkan, sesuai hasil musyawarah desa pembangunan jalan rabat beton ini dibiayai dari dana desa (DD) tahun 2017.
 "Selami ini, kami bersama masyarakat di 4 dusun yang ada di desa ini, sering kesulitan mengangkut hasil pertanian, ataupun melakukan perjalanan antar dusun pada saat musim penghujan. Karena badan jalan masih tanah, kalau hujan turun tentu becek dan berlumpur kuning," sebutnya.
 "Makanya, ketika program dana desa tahun 2017 turun, kami bersepakat untuk membangun jalan rabat beton, untuk menghubungkan antara dusun 1 sampai dusun 4. Panjang jalan rabat beton 323 meter, lebar 3 meter dan tebal 25 cm," ucap Supadi.
 Untuk menjaga mutu jalan desa ini nantinya, maka proses pembangunannya harus sesuai dengan RAB yang telah disusun. "Oleh karenanya, di awal pembangunannya tim pendamping desa kecamatan dan konsultan pembangunan datang untuk melihat pekerjaannya," terangnya.
 "Supaya tidak terjadi kesalahan dalam pembangunan dari awal, maka didampingi oleh tim konsultan dan pendamping desa dari kecamatan. Sedangkan pengerjaan jalannya, langsung oleh kepala dusun, agar kepala dusun bertanggung jawab atas kualitas pekerjaannya," timpal Sumanto.
Di kesempatan itu, Kepala Dusun 4, Supardi, yang turut hadir mengaku, dia merasa bersyukur dengan adanya pembangunan jalan rabat beton di dusunnya.
> "Seingat saya, sudah sekitar 25 tahun lamanya, semenjak dilepas oleh departemen transmigrasi, jalan di dusun kami tidak pernah diperbaiki kecuali dengan biaya swadaya dari masyarakat," ungkapnya.
"Selama ini, bila ingin perbaikan jalan mulai dari dusun 4 sampai dusun 1, kami kutip dari masyarakat dan dikerjakan dengan sistim gotong royong," jelasnya.
 Dikisahkannya, kondisi jalan di dusunnya itu selama ini, bila musim hujan, jalan tidak bisa dilalui truck pengangkut sawit maupun mobil pick up, sehingga masyarakat harus melangsir hasil pertanian dengan menggunakan sepeda motor.
 "Dalam hal mengeluarkan hasil pertanian dengan melangsir, otomatis menambah kos pengeluaran para petani. Makanya, dengan pembangunan rabat beton ini, tentulah sangat membantu masyarakat dalam mengeluarkan hasil pertaniannya, serta mempermudah transportasi masyarakat," pungkasnya.(pls-1)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait