Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Ups...! Tak Ucapkan Terimakasih, Kepling Mau Dipecat Lurah

Tim Redaksi: Rabu, 26 Juli 2017 | 17:13 WIB




Tingkah laku Lurah Jati Negara, Heru Absoro, sepertinya tak patut dicontoh. Oleh warga, Heru pun dituding berusaha untuk mengadu domba masyarakat di kelurahannya.

Beberapa waktu lalu, Heru pernah didemo oleh warga yang didominasi kaum hawa lantaran mencopot Kepling 7, Surihayati (49) secara sepihak. Kabar demo inipun tersiar hingga ke Balai Kota Binjai.

Inspektorat Kota Binjai yang mengawasi kinerja pejabat, kemudian melakukan penyelidikan. Hasil menyatakan, Surihayati diangkat kembali menjadi Kepling.

Surihayati dan Kepling 3, Puspita Koto (33) serta 2 kepling lainnya kemudian diangkat kembali berdasarkan surat Sekdako Binjai Nomor R.700.04-31 tanggal 15 Mei 2017 dan Surat Camat Nomor 800-563 tanggal 26 Mei 2017.

Oleh Heru Absoro, kemudian menerbitkan surat Nomor 148-438 perihal pengaktifan kepling tertanggal 2 Juni 2017. "Tapi surat itu diserahkan tanggal 6 Juni. Bukan Pak Lurah yang memberikan, tapi pegawai lain. Selain surat pengaktifan kepling, juga ada surat lain tentang Surat Peringatan Satu. Kami enggak mengerti, kenapa ada surat SP I," aku Puspita kepada wartawan, Rabu (26/7/17).

Dalam SP I yang diterima Surihayati, ada beberapa poin yang menyudutkanya. Seperti tidak dapat bekerjasama, selalu membantah instruksi Lurah, ikut menebar fitnah pribadi lurah dan tidak melaksanakan penduduk sebagaimana instruksi lurah sejak Desember 2016. Surihayati dinilai melanggar Peraturan Wali Kota No 62 Tahun 2016 Pasal 9 dan Pasal 3.

"Saya siap bekerjasama dengan pak lurah. Makanya saya heran dibilang tidak bisa bekerjasama," ujarnya.

6 hari berselang setelah mereka terima surat pengaktifan kepling dan SP I, SP II menyusul. Isi suratnya tentang sang kepling yang sulit menjalin kordinasi dengan Lurah sejak diaktifkan kembali.

Tepat Senin (19/6/17) lalu, SP III terbit yang isinya berbunyi tentang pemberhentian keduanya. Menurut SP yang ketiga itu, keduanya dinilai berperan aktif dalam kegiatan pengerahan masa dalam rangka mendiskreditkan lurah.

"Saya menjadi kepling menggantikan almarhum ayah saya. 30 tahun, ayah saya jadi Kepling. Warga setuju. Kami sudah dinilai salah aja sama Lurah. Lurah itu menjabat Oktober 2016. Baru-baru masuk (jadi Lurah), buat lomba masak. Kami bantu sekuat tenaga, ikhlas. Tapi kenapa diakhirnya begini. Yang tambah sedihnya lagi, waktu mau Hari Raya (Idul Fitri) dipecat waktu itu," ujar Puspita yang diamini Surihayati.

Puspita menilai, hubungan antar masyarakat diantara lingkungan di Kelurahan Jati Negara menjadi tidak harmonis akibat tingkah Lurah tersebut. Kepada Wali Kota Binjai, Muhammad Idaham, dia berharap dapat mempertimbangkan Heru Absoro dicopot dari jabatannya. Sebab, Puspita mengaku merupakan salah satu pendukung pasangan calon Muhammad Idaham-Timbas Tarigan yang akhirnya memimpin Kota Rambutan ini.
 "Seperti ada kubu-kubuan jadinya (diantara lingkungan). Dicari di kantornya (Lurah) juga susah, gimana mau kordinasi. Pak Lurah payah dicari di kantor," katanya.

Ketika dikonfirmasi, Lurah Absoro membenarkan adanya kepling yang diaktifkan kembali, kemudian dipecat dari jabatannya. Seperti dalam surat-surat yang diterima Surihayati dan Puspita, Heru bilang, Kepling yang kembali diangkat itu tidak menunjukkan kerja yang bagus.

"Malah nantang dia, seakan-akan gitu. Ditantangnya aku. Eceknya, macem apa dia sama aku, gitu. Seharusnya kan gini dia datang sama aku, makasih Pak Lurah telah mengangkatku kembali, aku siap kerja sama-sama lagi. Ini enggak, diam aja," ujarnya.

Kata dia, Kepling yang sudah diangkat kembali itu, idealnya menghadap kepadanya untuk menjalin kordinasi dan kegiatan apa saja yang mau diprogramkan. "Harusnya jumpainlah aku, ini enggak, acuh aja. Yaudalah. Yang aku dapat informasi, perang dingin orang itu sama aku," ujarnya.

Menurutnya, Puspita saat itu masih kepling, juga turut demo yang menggeruduk kantornya di Jalan Cut Nyak Dhien, Binjai Timur, menyoal pemberhentian sepihak Surihayati yang menjadi Kepling. Sehingga dia menilai, sikap yang dilakukan Puspita tidak pantas.

Dia juga tidak membantah soal dirinya yang sulit ditemui di kantor. Heru beralasan, ada urusan pribadi yang menyangkut keluarga. Disoal adanya desakan warga agar orang nomor satu di Kota Binjai mencopotnya dari jabatan Lurah, mantan Lurah Jati Makmur itu tak mempermasalahkannya.

"Harusnya terimakasih lah. Sikap orang itu anggap enteng. Harusnya waktuku angkat kembali, (bilang) terimakasih Pak Lurah ya, telah mengangkat aku kembali. Kira-kira apa kerja kita pak, kan gitu. Ada ramah tamahnya. Kepling yang kemarin, yang aku angkat jadi kepling sekarang. Kepling 3 namanya Muhammad Firdaus dan Kepling 7, Tengku Mardiana," tukasnya.(hendra)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait