Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Projo Sumut Dukung Program Sejuta Rumah Jokowi

Tim Redaksi: Senin, 31 Juli 2017 | 08:00 WIB



Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Projo Provinsi Sumatera Utara siap mendukung program pembangunan sejuta rumah oleh Presiden Jokowi, khususnya rumah murah untuk warga Sumatera Utara (Sumut).

Direncanakan, sebanyak 30.000 unit rumah sederhana akan dibangun di lahan eks PTPN II seluas 854,26 Hektar di Kabupaten Deliserdang.

Pengurus DPD Projo Sumut, Kamalsyah Putra, kepada wartawan, Senin (31/7/2017) mengatakan pihaknya akan selalu mendukung setiap program nawacita yang sudah dicanangkan oleh Presiden Jokowi, salah satunya program sejuta rumah di Sumut.

"Kami selalu mendukung program nawacita dari Presiden Jokowi, termasuk program sejuta rumah. Salah satu contohnya program perumahan yang telah direncanakan oleh PT Perumnas dan PTPN II di lokasi Kebun Bekala, Pancurbatu Deliserdang," ujar Kamalsyah didampingi Pengurus Projo Sumut lainnya Budiarto.

Dia menambahkan, saat ini lahan yang berlokasi di Kebun Bekala Simalingkar Deliserdang tersebut telah memiliki Hak Guna Usaha (HGU) dengan No.171.

"Luas areal yang diberikan HGU seluas 854,26 hektar oleh Kantor Pertanahan Deliserdang telah diberikan sertifikat HGU PTPN II No.171/Simalingkar yang berakhir haknya sampai dengan tahun 2034," kata Kamalsyah.

Ditegaskannya lagi, pada saat ini areal yang diberikan perpanjangan HGU seluas 854,26 hektar, kondisinya hampir seluruhnya digarap oleh masyarakat.

"Sementara diatas areal tersebut masih terdapat aset PTPN II berupa bangunan perusahaan yaitu Kantor Kebun, gudang, perumahan karyawan pimpinan dan pelaksana," tegasnya.

Menurut Kamalsyah, hambatan yang dihadapi pemerintah saat ini yakni sebagian lahan HGU telah diduduki oleh masyarakat penggarap.

"Saya berharap agar semua pihak dapat menyelesaikan masalah ini secara damai, agar program perumahan ini cepat berjalan," katanya.

Hal senada juga dilontarkan Pengurus DPD Projo Sumut lainnya Budiarto. Dia berharap agar konflik antar PTPN II dengan masyarakat ini segera diselesaikan.

"Saya harap semua pihak menahan diri. Karena ini merupakan program pemerintah. Semua pihak diminta jangan mudah terpancing. Karena masyarakat saat ini juga membutuhkan rumah dengan harga terjangkau," pungkasnya.(sandy)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait