Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Produksi dan Harga TBS Sawit di Palas Belum Juga Naik

Tim Redaksi: Minggu, 09 Juli 2017 | 14:18 WIB

Ladang sawit


Kendati hasil produksi dan harga jual tandan buah segar (TBS) sawit di tingkat petani di daerah Kabupaten Padang Lawas (Palas), pasca lebaran belum juga naik. Tapi, petani di daerah ini tetap merawat kebun sawitnya.
 "Memang, sampai sekarang, hasil panen sawit belum naik, karena masih musim trek buah sawit. Harga jualnya juga masih belum naik setelah lebaran ini," sebut Zulkarnaen, satu petani sawit di Kecamatan Sosa, Minggu (9/7/2017).
 Tapi, lanjutnya, walaupun demikian, dirinya merasa perlu tetap melakujan perawatan kebun sawit, sebagai persiapan menjelang kenaikan produksi hasil buah sawit yang diprediksi akan terjadi pada bulan nopember nanti.
 "Saat ini, di kebun sawit saya, sudah muncul buah-buah sawit muda. Makanya, kita perlu tetap merawat kebun sawit. Seperti meracun rumput, memberikan pupuksecara rutin. Agar di bulan nopember hasil produksi sawit kita bisa keluar maksimal," ujarnya.
 Saat ini, jelas Zulkarnaen, dari seluas empat hektare kebun sawitnya, minggu ini hasil panennya hanya sebanyak 1,8 ton, dengan harga jual di lapangan Rp 1.545/kilogram. "Kalau normalnya, hasil panen sawit kita sebanyak 3,5 ton sampai 4 ton. Tapi, sekarang, masih juga trek," ucapnya.
 Dikatakannya, penurunan panen sawit petani di daerah inj pada musim trek bisa mencapai 50% sampai 70% dari kondisi panen normalnya.
Seperti yang dialami Syawaluddin Daulay, satu petani sawit di Desa Ujung Batu, mengaku, dari seluas tiga hektare kebun sawit miliknya, saat ini di musim trek, hasil panennya hanya sebanyak 500 kilogram.
 "Biasanya, hasil panen sawitnya bisa dapat 1,5 ton. Tapi, sekarang, kan masih trek. Makanya, saat ini kita perlu merawat kebun sawit. Meracun rumputnya atau memupuk," jawabnya.
 Hal yang sama juga dialami oleh Darwin Siregar, petani sawit di Desa Aek Tinga, katanya,"Dari selus dua hektare kebun sawit saya, kemarin hasil panennya hanya mendapat sebanyak 680 kilogram. Padahal biasanya bisa sampai seberat 1,5 ton hasilnya," aku Darwin.
 "Harga jual sawitnya juga belum naik setelah lebaran. Kemarin saya jual sawitnya seharga Rp 1.545 perkilo. Memang penurunan hasil panen sawitnya di musim trek ini lebih dari 50%. Tapi, kebun sawit harus tetap dirawat lah, bang," tutupnya. (Pls-1)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait